Bandar Lampung

Di Tangan Iptu Mayer Siregar, Polsek Jati Agung Sukses Ungkap Peredaran Diduga Obat Ilegal

Di Tangan Iptu Mayer Siregar, Polsek Jati Agung Sukses Ungkap Peredaran Diduga Obat Ilegal
Di Tangan Iptu Mayer Siregar, Polsek Jati Agung Sukses Ungkap Peredaran Diduga Obat Ilegal

Ilustrasi.

Suluh.co – Peredaran obat diduga ilegal, yang disangkakan telah dilakoni Dede Kurniawan warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan berhasil dibongkar unit Reserse Kriminal Polsek Jati Agung.

Perbuatan Dede Kurniawan ini terungkap pada Senin, 1 Februari 2021, diduga dilakukan Dede dengan cara membuat, sekaligus diedarkan.

Kapolsek Jati Agung Iptu Mayer Siregar dalam keterangan yang telah terpublikasi, menyebut bahwa: ”Dede Kurniawan ditangkap saat tengah berusaha mengantar obat ilegal ke rumah konsumennya. Selain menyebarkan, berdasarkan hasil penyelidikan, Dede Kurniawan juga memproduksi sendiri obat-obatan yang diketahui tidak berstandar kesehatan”.

Menariknya lagi, ungkap Mayer, kediaman Dede nyata-nyatanya diduga didesain untuk menjadi tempat produksi obat-obatan diduga ilegal tersebut.

“Alhasil, ditemukan sejumlah obat berbagai merk,” tutur dia Selasa, 2 Februari 2021 setelah berhasil menangkap Dede Kurniawan.

Sejauh penjelasan Iptu Mayer, penyelidikan yang dilakukan jajarannya, ditemukan sejumlah fakta awal yang mendukung sangkaan kepada Dede Kurniawan.

Poin pertama ialah; bahwa Dede Kurniawan diduga sudah melakoni kegiatan tersebut selama 4 bulan belakangan.

Kedua; didasarkan pada hasil interogasi penyidik kepada Dede, didapati pengakuan bahwa obat-obat diduga ilegal tersebut adalah miliknya.

Ketiga; Dede Kurniawan mengaku mendapat obat-obat tersebut dari hasil pembelian yang dilakukannya terhadap sejumlah toko apotek. Obat-obat tersebut dibeli dengan jumlah yang tidak sedikit.

Keempat; Dede Kurniawan disebut melakukan kegiatan tersebut dengan modus memasukkan ulang obat-obatan tadi ke dalam wadah yang sudah diberi merk oleh Dede sendiri, lalu mengedarkannya. Dalam hal ini, belum ada penjelasan detail, siapa konsumen yang kerap menjadi rekan bisnis Dede.

“Saat ini, tersangka berikut barang buktinya langsung d bawa ke Polsek Jati Agung untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Mayer.

Sangkaan pasal yang diterapkan pada persoalan Dede Kurniawan ini, diduga melanggar ketentuan hukum yang tertuang dalam Pasal 196 juncto Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan karena telah memproduksi obat ilegal dan menyebarkannya.

Dari hasil pengungkapan kasus ini, Polsek Jati Agung melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti. Di antaranya; satu unit sepeda motor merk Honda Beat warna hitam BE 2372 ACW; satu unit komputer; satu unit mesin printer; satu unit HP merk Xiaomi Gold; dan ribuan kemasan obat.

Secara rinci, barang yang disita tersebut antara lain; 3.597 bungkus obat Remascok; 400 bungkus obat merk Obsagi [diduga hasil racikan]; 10 bungkus obat merk Kecetit [diduga hasil racikan]; 14 kotak obat merk Tawon Liar; 2 kotak obat merk Wantong; 13 bungkus obat merk Vigosen; 14 bungkus obat merk Losman; 63 botol obat merk VIT B1; 63 botol obat merk CTM; 13 botol obat merk VIT B12; 66 botol obat merk Dexanel.

Selain itu ada juga 9 kotak obat merk Diclofenac Sodium; 7 kotak obat merk Fimestan; 9 kotak dan 46 lempeng obat merk Ponstan; 44 botol obat merk Sodium Carbonate; 19 lempeng obat merk Amoxyline Trihidrate; 15 lempeng obat merk Super Tetra; 11 kotak obat merk Piroxicam; 4 bal plastik kemasan untuk obat; dan 46 lembar kertas ukuran A4 bertuliskan merk obat.

Reporter: Ricardo Hutabarat
Sumber: Humas Polres Lampung Selatan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top