Bandar Lampung

Di Balik Kongkalikong BP2KAD dan PT Topcars Indonesia: Mobil Mewah yang ‘Menyambut’ Nunik & Zaeful

Di Balik Kongkalikong BP2KAD dan PT Topcars Indonesia: Mobil Mewah yang 'Menyambut' Nunik & Zaeful
 Di Balik Kongkalikong BP2KAD dan PT Topcars Indonesia: Mobil Mewah yang 'Menyambut' Nunik & Zaeful

Suherni, terdakwa yang tidak ditahan dari proses penyidikan sampai penuntutan, duduk di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Foto: Tinus Ristanto.

Suluh.co – Kasus korupsi di tubuh Badan Pengelolaan, Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah [BP2KAD] Lampung Timur disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis kemarin, 10 Desember 2020.

Ada tiga terdakwa di dalam kasus ini —yang sejak ditetapkan sebagai tersangka di tahap penyidikan hingga ke tahap penuntutan tidak ditahan karena dianggap kooperatif oleh Kejaksaan Tinggi Lampung.

Tiga terdakwa itu di antaranya: Suherni, selaku PPK; Dadan Darmansyah, selaku Ketua Pokja; dan Aditya Karjanto selaku Direktur PT Topcars Indonesia yang kantornya beralamat di Palembang.

Ketiga orang ini terseret atau diseret ke pengadilan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi pada saat melakukan pengadaan kendaraan dinas untuk Bupati-Wakil Bupati Lampung Timur.

Kendaraan dinas yang diperuntukkan ke pada pejabat tinggi di Lampung Timur bukan kendaraan biasa. Dari merk-nya saja, klasifikasi kendaraan ini terbilang mewah. Mobil import. Jenisnya adalah Toyota LC Prado yang mesinnya 2.700 CC dan Toyota New Harier dengan kapasitas mesin 2.500 CC.

Dalam surat dakwaan yang sudah dibacakan Jaksa Penuntut Umum [JPU] pada Kejaksaan Tinggi Lampung kemarin, didapati keterangan yang gambarannya mengacu kepada indikasi bahwa mobil mewah itu diadakan di era Tauhidi, dan digunakan di masa kepemimpinan Chusnunia Chalim.

Bertumpu pada surat dakwaan yang dibaca Suluh.co, Jumat malam, 11 Desember 2020, pengadaan kendaraan tersebut diketahui diadakan menggunakan dana pada BP2KAD Lampung Timur Tahun Anggaran 2016.

Di dokumen surat dakwaan kepada Suherni yang didapat Suluh.co, diterangkan bahwa awal mula pengadaan kendaraan mewah di BP2KAD Lampung Timur itu didasarkan pada keputusan yang datang dari bupati, yang kala itu dijabat oleh Tauhidi. Tepatnya, Tauhidi saat itu duduk sebagai Pj Bupati, di tahun 2015.

Secara presisi, jaksa mengungkap, dasar BP2KAD Lampung Timur mengadakan kendaraan dinas tadi muncul atas Surat Keputusan [SK] yang terbit pada 22 Desember 2015.

“Bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lampung Timur Nomor: B-757/16/SK/2018 Tanggal 22 Desember 2015 Tentang Penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [DPPKAD] Kabupaten Lampung Timur Tahun Anggaran 2016, terdapat alokasi anggaran kegiatan Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Angkutan Darat Bermotor-Jeep sebesar Rp.2.676.000.000, yaitu pengadaan Kendaraan Operasional/Dinas Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur Tahun Anggaran 2016 dengan kapasitas mesin (cc) untuk Kendaraan Dinas Bupati Lampung Timur sebesar 2.700 cc dan Wakil Bupati Kabupaten Lampung Timur sebesar 2.500 cc,” begitu uraian keterangan yang muncul di surat dakwaan untuk terdakwa Suherni, seperti dilihat Suluh.co, Jumat malam, 11 Desember 2020.

 

Dijadikan Apa Sih Senen Mustakim Oleh Kejati Lampung di Kasus Korupsi Randis Elite Lampung Timur?

Dadan Darmansyah saat menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Foto: Tinus Ristanto

Diketahui, Tauhidi dilantik Gubernur Lampung M Ridho Ficardo kala itu pada Rabu, 2 September 2015 menggantikan Erwin Arifin, yang telah habis masa jabatannya.

Atas dasar tersebut, maka BP2KAD Lampung Timur yang saat itu dipimpin oleh Senen Mustakim — kini telah dilantik Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk menjabat sebagai Kepala BPSDM Lampung— mengeluarkan surat keputusan untuk membentuk susunan pejabat yang dimaksudkan agar melakukan pengadaan 2 unit mobil mewah tadi. Tim itu dibentuk setelah SK dari Senen Mustakim terbit pada 7 Januari 2016.

“Berdasarkan Surat Keputusan Pengguna Anggaran Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lampung Timur Nomor : 900/15/16/SK/2016 Tentang Pejabat Pengelola Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah [SKPD] Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lampung Timur tanggal 07 Januari 2016, dengan susunan sebagai berikut :

a. Pengguna Anggaran (PA) : Senen Mustakim
b. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) : Suherni (Kabid Aset)
c. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) : Suherni (Kabid Aset)
d. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) : Annys Fansori (Kasi Pengadaan)
e. Bendahara Pengeluaran : Abdullah Yusuf
f. Pokja ULP terdiri dari: Dadan Darmansyah; Akhmad Sirojudin; Suwandi; Nopan Sopwan; Cecep Miarsana.
g. PPHP terdiri dari: Suparmin; Erwan Setiawan; Ihwan Musodiq.”

 

Mencari Tahu Keberadaan dan Status 2 Mobil Mewah di Kasus Korupsi Randis Elite Lampung Timur

Direktur PT Topcars Indonesia, Aditya Karjanto, salah seorang terdakwa dalam kasus korupsi pengadaaan kendaraan dinas Bupati dan Wakil Bupati oleh BP2KAD Lampung Timur Tahun Anggaran 2016. Foto: Tinus Ristanto

Pasca tim dibentuk dan serangkaian mekanisme pengadaan berjalan —yang dianggap jaksa telah ada indikasi pelanggaran, kendaraan tadi mendarat di Lampung Timur secara tertulis tepat pada 5 April 2016. Keterangan ini diuraikan jaksa dalam dakwaannya, yang berbunyi:

“Terdakwa selaku Pejabat Pembuat Komitmen menandatangani Berita Acara Hasil Pemeriksaan Nomor: 821.24/005 / 16/SK/ 2016, tanggal 5 April 2016, yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh terdakwa, dan telah ditandatangani oleh Aditya Karjanto selaku Direktur PT Topcars Indonesia dari Palembang sebagai Penyedia Barang, yang menyatakan bahwa barang diterima dalam keadaan lengkap atau 100%”.

Sekurang-kurangnya dua bulan sebelum 5 April 2016, Tauhidi yang dulunya Pj Bupati digantikan oleh Chusnunia Chalim. Chusnunia atau Nunik panggilan akrabnya dilantik menjadi Bupati Lampung Timur tepat 17 Februari 2016. Dari sisi waktu, Tauhidi secara tertulis belum sempat menggunakan kendaraan mewah tersebut. Wakil Nunik saat itu adalah Zaeful Bukhori.

Dari riset Suluh.co yang didasarkan pada sumber-sumber terbuka, diketahui kendaraan mewah itu digunakan di masa-masa kepemimpinan Nunik dan Zaeful Bukhori sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur. Sekarang Nunik menjadi pimpinan Senen Mustakim di Provinsi Lampung, tepatnya sebagai Wakil Gubernur Lampung.

Penggunaan kendaraan mewah itu sempat menjadi buah bibir di Kabupaten Lampung Timur. Mobil tadi disebut-sebut digunakan bukan untuk kendaraan dinas bupati —seperti yang dimaksudkan sejak diadakan dari awal, melainkan dipakai untuk kendaraan para tamu yang bertandang ke Lampung Timur.

Senen Mustakim tercatat pernah memberikan keterangan terkait penggunaan kendaraan mewah tadi. Pada Kamis, 16 Juni 2016, dia menyebutkan bahwa kendaraan digunakan untuk antar jemput tamu karena itu “merupakan kebijakan bupati”.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top