Ekonomi

Desa Kalimiru Tingkatkan Kualitas Petani di Masa Pandemi

Desa Kalimiru Tingkatkan Kualitas Petani di Masa Pandemi/MAS

PURWOREJO – Pada masa pandemi saat ini, dunia pertanian menjadi sorotan yang sangat luar biasa, kebutuhan pangan menjadi pokok utama disaat masyarakat harus membatasi kegiatan.

Demi meningkatkan kualitas dan kuantitas daripada produksi pertanian, Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Purworejo, membekali para petaninya dengan cara bertani modern, kesempatan tersebut diberikan secara bertahap.

Kepala Desa Kalimiru Agung YP, menyampaikan bahwa pihaknya sebagai pemerintah desa sangat memperhatikan dunia pertanian, dikarenakan hingga saat ini bisa dihitung usia berapa yang mau menggarap sawah atau bertani.

“Saat ini petani pasti mereka usia 35 tahun keatas, generasi muda masih jarang yang mau bertani, oleh sebab itu program peningkatan kualitas pentai digelar sebagai salah satu untuk menggaet minat para pemuda yang mau bertani dengan cara modern,” terangnya.

Baca Juga:  144 Aparatur Desa di Kecamatan Bruno Ikut Pelatihan Peningkatan Kapasitas

Tahap pertama pembekalan peningkatan kualitas pentani digelar pada Kamis (5/11), di Balai Pertemuan Desa Kalimiru.

Sebanyak 20 petani mendapatkan pelatihan dan bantuan bibit unggulan dengan varietas intani 602, setiap petani memperoleh 2 kilo, untuk 150 ubin. Dimana bibit tersebut memiliki keunggulan, panjang dan berisi lebih banyak, hingga tahan roboh.

Selain itu para petani juga dikenalkan dengan moderenisasi alat pertanian menggunakan rice transplanter.

“Cara manual dengan 1 ubin butuh 12 orang, menggunakan alat rice transplanter, cukup 2 orang. Bukan berarti kami menambah pengangguran, tapi kami akan berdayakan yang lain di sektor produksi pupuk organik,” paparnya.

Selaras dengan program pemerintah pusat modernisasi alat pertanian, pihaknya juga mempersiapkan pembangunan berkelanjutan terkait irigasi.

Baca Juga:  Kabupaten Pesawaran jadi Tempat Strategis para Investor

“Setidaknya petani harus mulai mengenal teknologi dan juga mengurangi ketergantungan kita menggunakan pupuk kimia, kalau kita masih punya keinginan anak cucu kita mengelola sawah, kita harus menyesuaikan kebutuhan dengan tetap¬† tidak meninggalkan budaya bertani,” tegasnya.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top