Pendidikan

Denni Puspa Purbasari: Anak Muda Harus Act, Bukan Hanya Talk!

Deputi III KSP Denni Puspa Purbasari (kedua kanan) dalam acara ImpACT Talks! di Universitas Prasetiya Mulya, BSD, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (26/3)/KSP RI

TANGERANG SELATAN – Setelah dua kali helat di Universitas Atmajaya dan Universitas Paramadina, Jakarta, gelaran ke-3 ImpACT Talks!, wadah bertukar pikiran dan berbagi inspirasi mengenai cara positif berkontribusi kepada masyarakat seputar isu-isu kepemimpinan, karier, dan beasiswa pendidikan, prakarsa Kantor Staf Presiden (KSP) bekerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (26/3), kemarin, berlangsung seru.

Menghadirkan tiga narasumber dari Kedeputian III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu Ekonomi Strategis KSP, yakni Armedya Dewangga, Aditya Mandarizky, dan Grace Dewi, yang berlatar pendidikan dan pengalaman kerja beragam sebelum bergabung dengan KSP, acara juga diisi testimoni Elisa Suteja, alumni Prasetiya Mulya yang kini Deputy CEO Fore Coffee, berbagi pengalamannya.

Baca Juga:  Cegah Kecurangan, Ombudsman Lampung Kawal Penerimaan Siswa Baru

“Tim saya ingin berbagi pengalaman, syukur-syukur bisa menjadi inspirasi teman-teman semua. ImpACT Talks!, yang digedein ACT, karena saya ingin teman-teman bukan hanya ngomong ide, tapi lakukan. Anak muda harus act, jangan hanya talk!” kata Deputi III KSP Denni Puspa Purbasari pada sambutan di hadapan 250 mahasiswa peserta.

Wakil Rektor I Universitas Prasetiya Mulya, Yudi Samyudia berharap agar mahasiswanya mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.
“Semoga bisa mendapatkan inspirasi dari (nara) sumber yang hadir saat ini,” pesan Yudi saat membuka acara.

Dalam keterangan pers yang redaksi terima Rabu (27/3/), Denni Puspa menerangkan, KSP berharap melalui ImpACT Talks! bisa memotivasi para mahasiswa untuk tidak takut mencoba banyak hal dan berkontribusi secara positif bagi kemajuan Indonesia.

Baca Juga:  Ratusan Pelajar di Lampung Selatan Mengikuti Proses Belajar di Tenda Darurat

“Sebab, para mahasiswa inilah yang kelak menjadi pemimpin negeri, agen perubahan, dan penggerak ekonomi,” ujar akademisi UGM ini.

Sebelumnya, dalam ceramahnya pada ImpACT Talks! di Universitas Unika Atmajaya, Selasa 5 Maret 2019 lalu, Denni Puspa menyinggung persoalan leadership bukanlah tentang hirarki seseorang dalam organisasi, tetapi lebih kepada tindakan kepemimpinan (leadership action) yang seseorang lakukan.

“Dalam konteks dunia yang serba volatile, uncertain, complex, dan ambiguous atau disingkat VOCA, kita sebaiknya memiliki tim dengan latar belakang beragam agar dapat saling melengkapi dalam mencapai sebuah misi,” tambah dia, di depan Rektor Atmajaya Agustinus Prasetyantoko dan lebih dari 600 mahasiswa itu.

Namun, alumnus University of Colorado at Boulder yang juga mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi UGM ini mengimbukan, dengan diversity ini, pemimpin dituntut mau mendengarkan pendapat dari semua dan harus bisa dengan jelas mengkomunikasikan arahannya. “Jadi, softskill komunikasi makin diperlukan,” tegasnya.(LS/MZl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top