Iklan
Peristiwa

Demokrasi di Lampung Mati Akibat Politik Uang, Rakyat Lampung Ketuk Pintu Langit

Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pilgub Bersih (KRLUPB), bersama anak yatim, dan ribuan masyarakat Lampung,gelar doa bersama/WA

BANDAR LAMPUNG -Sebagai bentuk keperihatinan matinya demokrasi di Lampung akibat money politic (politik uang). Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pilgub Bersih (KRLUPB), mengetuk pintu langit dengan mengelar doa bersama sekaligus tahlilan di depan kantor Sentra Gakkumdu Bawaslu Provinsi Lampung.

Hal ini dilakukan, setelah serangkaian aksi besar-besaran ribuan masyarakat yang turun ke jalan tak kunjung direspon oleh Bawaslu, untuk membatalkan paslon nomor 3 yang diduga melakukan money politic secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM).

Koordinator KRLUPB Rachmat Husein DC, mengungkapkan, yasinan ini merupakan bentuk kepedulian KRLUPB terhadap persidangan TSM yang sedang dijalani oleh Bawaslu. Mereka melihat, Bawaslu saat ini sedang mati rasa dan tak berani untuk memutuskan pembatalan paslon 3.

Baca Juga:  Raja Gowa Wafat, Pangeran Edward Syah Pernong Bertolak ke Makasar

“Kita coba untuk mengetuk pintu langit agar paslon nomor tiga dibatalkan. Dengan doa bersama, yasinan dan tahlil bersama anak yatim dan perwakilan pondok pesanteren se-Lampung,” kata dia, Jumat (13/7).

Dia menjelaskan diskualifikasi Arinal-Nunik merupakan penebus dosa Bawaslu terhadap demokrasi di Lampung.

“Batalkan Arinal-Nunik, itu penebus dosa Bawaslu, yang membiarkan politik uang dari masa kampanye hingga masa tenang,” tegas dia.(BW)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top