Daerah

Debu SGC Cemari 8 Kecamatan, DLH Tulang Bawang Minta Warga Lapor ke Bupati

Pembakaran lahan tebu/Ilustrasi

MENGGALA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang, mengaku kewalahan mengakomodir laporan masyarakat terhadap pencemaran atau gangguan akibat pembakaran tebu yang dilakukan oleh PT. Sugar Group Companies (SGC) .

Pasalnya, DLH menilai persoalan tuntutan masyarakat terhadap perusahaan bukan lagi ranahnya satker melainkan persoalan tersebut harus diselesaikan antar pimpinan yakni Bupati Tualng Bawang Winarti dan lembaga pemerintah lainya.

Kepala DLH Tulang Bawang Indra Bangsawan, menegaskan, laporan masyarakat terhadap SGC terkait debu pembakaran tebu bisa dikatakan tidak tepat alias salah alamat. Karena semestinya laporan tersebut bukan kepada pihaknya melainkan harus langsung ke Bupati Winarti.

“Wah kalau saya yang harus selesaikan terus terang saya tidak akan mampu jika harus memanggil pihak perusahaan, apalagi ini persoalan besar antara masyarakat dan perusahaan. Baiknya laporan langsung ke pimpinan (bupati). Beliau yang berhak dan mempunyai kewenangan memanggil pihak SGC,” tegas Indra Bangsawan, Selasa (7/8).

Baca Juga:  Winarti Wajibkan Pejabat Aktif Tarik Investor ke Tuba

Menurut Indra, persoalan protes warga terhadap pembakaran tebu yang dilakukan oleh SGC pada saat datangnya musim panen, terjadi dari tahun ke tahun. Tetapi walaupun menuai protes kegiatan tersebut tetap saja dilakukan oleh pihak SGC.

“Alasan perusahaan mereka telah mengantongi izin resmi dan dari hasil uji laboratorium debu dari hasil pembakaran tebu masih dibawah baku mutu. Artinya debu tebu bukan mencemari lingkungan malainkan debu tebu menganggu ketenangan dan kenyamanan warga,“ ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Indra, pihaknya menyarankan agar seluruh warga yang terganggu dengan debu pembakaran tebu SGC, menghadap langsung ke bupati untuk meminta agar pihak perusahaan menghentikan kegiatan pembakaran tersebut.

Baca Juga:  Jalan Penghubung Wonosobo ke Kanoman Ditutup Sementara

Sebab, pihaknya tidak sanggup dan tidak mampu menegur atau menghentikan kegiatan pembakaran tebu yang dilakukan SGC pada saat panen. Walaupun debu hasil pembakaran menganggu/mencemari pemukiman warga di 8 kecamatan.

“Sangat wajar jika masyarakat meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap SGC, tetapi bukan ke saya, langsung saja ke bupati, pasti beliau akan merespon cepat,” pungkasnya.

Sementara ditempat yang sama, Kabid Lingkungan KM. Riduan, menambahkan, jika berbahaya atau tidaknya debu pembakaran tebu masih di uji oleh kementerian lingkungan di Jakarta.

“Pihak kementerian sudah turun ke lokasi mengambil sampel. Uji lab kita tunggu hasilnya, insya Allah dalam minggu ini hasil sudah keluar,”singkatnya.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top