Politik

Debat Keempat, Erick: Kematangan Pemimpin Makin Diperlihatkan Jokowi

Stand banner poster kreatif Jokowi ala gitaris rocker, lengkap bertelunjuk membentuk angka satu. Foto dibidik di Rumah Aspirasi, Direktorat Relawan TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Menteng, Jakarta Pusat, 12 Desember 2018/Muzzamil

JAKARTA – Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi), makin memperlihatkan kematangan seorang pemimpin dan negarawan saat melakoni Debat Keempat PIlpres 2019 yang digelar di Hotel Shangri-la, Jalan Sudirman, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3).

Di ajang debat rematch kedua capres yang membahas tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan (hankam), serta hubungan internasional, Jokowi mampu beradu debat dengan capres 02 Prabowo Subianto sekaligus menjelaskan kerja serta bukti nyata yang telah dijalankan selama 5 tahun memerintah.

Padahal, sebelum debat dimulai, beberapa pengamat menilai materi debat keempat ini akan lebih dikuasai capres 02 yang punya latar belakang militer. Namun, dalam berbagai adu argumen dan program kerja, terlihat dengan jelas bahwa Jokowi lebih fasih saat menerangkan dengan rinci empat masalah yang dibahas.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2019, Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Naik

“Saya menilai, Jokowi sangat tenang sekali dan menguasai materi debat seri empat itu. Ia mampu mementahkan segala argumentasi Prabowo, dengan menunjukkan hasil kerja. Bahkan, dengan istilah yang kekinian, Dilan, atau Digital Melayani, Jokowi menunjukkan ketenangan saat debat berlangsung,” ujar Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir, usai menonton Debat IV yang disiarkan langsung stasiun televisi, Metro TV, Indosiar, dan SCTV.

Dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, Minggu (31/3) dini hari, Erick menambahkan, ketenangan yang diperlihatkan Jokowi tak hanya saat melontarkan istilah-istilah yang menurutnya cerdas, seperti Dilan, e-Procurement, e-Government, atau e-Budgeting, tapi Jokowi juga menonjolkan sikap kearifan dan negarawan saat memberikan contoh kepada Prabowo.

“Waktu Prabowo mengeluh soal dirinya dituduh, Jokowi dengan tenang bilang, “saya juga sering dituduh, Pak, tapi tenang saja”. Saya salut karena sikap negarawan Jokowi semakin terlihat,” ungkap pria blasteran Lampung-Tionghoa itu.

Baca Juga:  Hasil Survei, Rakyat Inginkan Jokowi Kembali Pimpin Indonesia

Kepiawaian Jokowi, dinilai Erick, juga diperlihatkan saat membahas masalah pertahanan dan keamanan. Di bidang yang sebenarnya dikuasai Prabowo, malah berlangsung sebaliknya. Jokowi lebih mahir menjelaskan bagaimana sistem pertahanan dan keamanan dibangun.

“Jokowi sangat tenang, tidak emosi, dan matang sekali. Kalimat, “Pak Prabowo tidak percaya dengan TNI kita,” merupakan pernyataan yang cukup menohok dan tegas. Apalagi, Jokowi bercerita dirinya melihat langsung ke perbatasan di Natuna atau Sorong. Penjelasan soal investasi alutsista TNI dalam industri militer, termasuk dalam menghadapi perang terbuka dan teknologi, sangat cerdas untuk pengalihan teknologi,” imbuh dia.

Penjelasan Jokowi mengenai pendekatan Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, dinilai pria berlesung pipit khas ini, juga sangat prima.

Menurutnya, dengan menggunakan pendekatan sebagai negara yang mayoritas muslim, Jokowi mampu menjelaskan usaha-usaha yang sudah dilakukan dan hal itu merupakan kekuatan diplomasi Indonesia.

Baca Juga:  Bawaslu Telusuri Pembagian Susu Arinal Di Lampung Tengah

Pujian atas penampilan Jokowi matang, juga diungkap penonton acara Nobar Debat IV Pilpres di The Hall, Senayan City, Jakarta. Pernyataan Jokowi mengenai Dilan atau “Digital Melayani” atau teknologi basis menunjukkan Jokowi sudah berpikir 3 langkah kedepan dibanding capres 02.

“Sulit jika Prabowo masih berpikir digital tidak penting. Pola pikirnya tidak sama. Sementara, Jokowi sudah berpikir soal pelayanan cepat dan digital. Saya suka pemikiran Jokowi yang ingin mengubah kultur budaya masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi era digital agar Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya,” ujar Asty, relawan yang khusus datang dari Malaysia.(LS/MZl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top