Ekonomi

Daur Ulang Pelepah Pisang di Way kanan

Dekranasda Kabupaten Way Kanan/HW

WAYKANAN – Ketua Dekranasda Kabupaten Way Kanan, Dessy Afrianti Adipati, mendukung kegiatan pembuatan kerajinan dari pelepah pisang. Pasalnya, kerajinan ini dinilai sangat hemat dan unik selain ramah lingkungan, bahan baku juga merupakan sampah  perkebunan yang tidak terpakai kembali.

“Pelepah pisang yang hanya menjadi sampah saja, saat ini dapat di olah menjadi bahan utama berbagai kerajinan rumahan yang siap di pasarkan,” kata Dessy, di lokasi pembuatan kerajinan pelepah pisang, di Kampung Sri Tunggal, Kecamatan Buay Bahuga, Minggu (18/3).

Dessy menjelaskan, dengan adanya kerajinan seperti ini, berarti pelepah pisang yang tadinya hanya sebagai sampah saat ini dapat di manfaatkan dan bisa di gunakan sebagai bahan baku utama pembuatan kerajanin tersebut.

Untuk membuat sebuah kreasi dari pelepah pisang, bahan utamanya harus di jemur sampai kering dan di bentuk sesuai dengan yang di inginkan.

Banyak karya yang berhasil di promosikan ke luar Way Kanan, seperti, wadah minum, wadah tisu, gelas, teko, nampan, bunga dan masih banyak lainnya. Walaupun masih terbilang murah, tetapi dari bahan yang tidak bisa di manfaatkan ini berhasil menghasilkan pundi – pundi rupiah untuk kebutuhan rumah tangga dan lainnya.

Baca Juga:  UAS : Pemimpin Yang Adil Bukan Yang Paling Banyak Duitnya

“Alhamdulilah menambah satu kegiatan lagi para kader PKK yang ada di Kecamatan Buay Bahuga, semoga kegiatan terus berjalan dan bisa di promosikan di berbagai kegiatan dan event tingkat provinsi dan nasional,” katanya

Dessy menjelaskan, pada tahun 2017 lalu, dirinya bersama dengan anggota lainnya melakukan kunjungan dan studi banding ke Provinsi Yogyakarta, untuk melihat kerajinan tangan yang ada. Dan di tahun 2018 ini Kecamatan Buay Bahuga telah mengaplikasikan kepada anggota TP PKK Kecamatan tersebut.

Dengan adanya home industri dari pelepah pisang ini, dapat mengakat perekonomian masyarakat kampung khususnya ibu – ibu Kampung Sri Numpi Kecamatan Buay Bahuga.

Terpisah, Cikmawati, salah satu pengerajin pelepah pisang asal Kampung Sukadana mengatakan, membuat kerajinan rumahan dari pelepah pisang ini harus membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang cukup tinggi saat pembuatannya. Namun, harga setiap produk hasil kreasi tersebut cukup murah. Harga yang ditawarkan juga cukup bervariasi, mulai dari yang paling murah Rp10 ribu, hingga untuk produk yang paling mahal seharga Rp200 ribu.

Baca Juga:  Jadi Tuan Rumah Rakergub, Program Sinergis Lampung Berjalan Sesuai Arah

“Untuk harganya sendiri tergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya. Kalau untuk kotak tissue ini harganya Rp45 ribu. Kalau untuk yang hanya berbentuk kertas saja, harga per item-nya hanya Rp4 ribu saja. Sedangkan untuk yang berbentuk lemari penyimpanan, karena memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi saat pembuatannya kisaran harga per satu itemnya mencapai Rp200 ribu,” ungkap dia.

Ia menambahkan, melalui pembuatan berbagai produk tersebut, saat ini dapat berdampak positif bagi kader PKK Kecamatan Buay Bahuga. Selain menambah penghasilan mereka, setiap kader juga bisa mengasah daya kreativitasnya dengan membentuk berbagai produk sesuai dengan keinginannya.

“Kader sangat antusias saat kami ajak untuk membuat berbagai produk berbahan dasar pelepah pisang ini. Mereka bisa menambah penghasilan keluarga serta dapat mengisi waktu luang yang mereka punya dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat ini,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Way Kanan, Imanto, mengatakan mendukung kegiatan warga yang merupakan pengrajin usaha rumahan.

“Untuk memajukan industri rumah tangga, kita terus memberikan dukungan serta membuka akses jalan mendorong pengrajin dapat memperkenalkan produk diluar daerah,” tukas dia

Baca Juga:  Masih Ada Ribuan Data Pemilih Ganda di Waykanan

Ia menambahkan, bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, guna memajukan industri rumah tangga, pihaknya telah menerima keluhan apa yang di rasakan oleh pengrajin pelepah pisang, guna mendorong agar kegiatan ini dapat berjalan secara terus menerus.

“karena dari itu, kita akan terus memberikan suport dan dukungan kepada ibu-ibu PKK yang memiliki keterampilan dan dapat mefasilitasi agar setiap kerajinan yang di lakukan dapat di promosikan di luar dan dalam kabupaten, termasuk di pusat perbelanjaan,” katanya

Diakuinya, Kabupaten Way Kanan, cukup banyak memiliki potensi kerajinan tangan masyarakat yang bernilai ekonomi tinggi.

“Artinya, sebagai perpanjang tangan pemerintah, kita tetap berupaya menggandeng masyarakat memajukan dan meningkatkan penghasilan warga,” papar Imanto.(HW)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top