Daerah

Dapur Umum ACT Lampung Mulai Layani Penyintas Banjir Kelumbayan

Dapur Umum ACT Lampung/Istimewa

TANGGAMUS – Banjir bandang yang menerjang ratusan rumah di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis dini hari (08/11) lalu, membuat penyintas banjir harus bertahan dengan stok kebutuhan dasar yang minim.

Seperti disampaikan salah satu warga, Efendi, setelah banjir surut para tetangganya mengantar makanan.
Namun, bantuan swadaya tersebut sulit terdistribusi kesemua warga terdampak.

Sulitnya akses menuju Dusun Lubuk Kejung, Boloran Tupak, Sabar dan Tanjung Iman yang harus menyeberangi sungai dan melintasi perbukitan membuat relawan ACT Lampung bergegas mendirikan Dapur Umum di empat dusun terdampak.

Untuk menembus keempat dusun tersebut harus melewati Sungai Umbar. Jembatan yang biasa dilalui warga ikut hanyut diterjang banjir.

Baca Juga:  Konflik Gajah Dan Manusia, Perambah Diminta Tinggalkan Register 39 Tanggamus

Bantuan logistik yang terdiri dari termos nasi, air mineral, sembako, dan makanan siap saji diangkut menggunakan perahu melintasi sungai Umbar.

Tampak relawan dan warga sekitar antusias mendistribusikan ke Posko Dapur Umum.

Saat ini Dapur Umum memproduksi makanan 200 porsi perhari dari target 1.000 porsi. Menurut hasil assesment ada sekitar 400 Kepala Keluarga terdampak dari semua dusun.

Kebahagiaan tampak dari salah satu warga, Lena, Ibu rumah tangga yang tinggal disekitar Dapur Umum Lubuk Kejung bahagia menemani anaknya menikmati sebungkus nasi dan lauk.

Dirinya juga berharap segera dibangun hunian nyaman.

Saat ini warga masih bertahan menumpang dirumah tetangga yang masih layak huni.

Baca Juga:  KSK Lampung Salurkan Bantuan ke Korban Tsunami di Kecamatan Rajabasa

Puluhan anak-anak melingkar menikmati sajian Dapur Umum, Mohammad Yusuf mengaku pada saat banjir berlari menuju Gunung.

Suasana saat itu gelap gulita. “Saya tidur dirumah saudara diatas gunung. Terimakasih ACT,” ucapnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top