Daerah

Dandim 0708 Purworejo, Beri Bekal Mahasiswa Baru UM Purworejo

Komandan Kodim 0708 Purworejo, Letkol Infanteri Muchlis Gasim, memberikan materi Kehidupan Berbangsa Tanpa Rasisme Intoleransi dan  Diskriminasi kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Purworejo tahun 2019/2020/MAS

PURWOREJO – Komandan Kodim 0708 Purworejo, Letkol Infanteri Muchlis Gasim, memberikan materi Kehidupan Berbangsa Tanpa Rasisme Intoleransi dan  Diskriminasi kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Purworejo tahun 2019/2020, di Gedung Auditorium, Selasa (17/9).

Kemajemukan masyarakat adalah perbedaan dalam kelompok kelompok secara horizontal walaupun adanya masyarakat yang majemuk ini sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Adanya perbedaan yang sangat mempengaruhi diantaranya perbedaan suku dan ras, perbedaan kelas sosial perbedaan jenis kelamin (gender) perbedaan agama  kepercayaan perbedaan pandangan politik serta perbedaan kondisi fisik.

Baca Juga:  10 Warga Binaan Lapas Kota Agung Bersihkan Masjid Nurul Iman

Komandan Kodim selaku pemateri menyampaikan, paham rasisme intoleransi dan diskriminasi itu muncul pertama kali dari rasa kebanggaan diri yang berlebihan dari pengetahun yang sempit tentang sesuatu kehidupan. Seseorang merasa bahwa dirinya adalah yang terbaik di antara yang lain dia merasa tanpa dirinya orang lain dalam kelompoknya  mungkin tidah akan bisa mencapai suatu tujuan.

“Manusia di ciptakan dengan keunikan dan keindahan masing masing, perbedaan itu seharunya bisa mendorong kita saling melengkapi membantu dan menolong orang lain,” ucap Letkol Infanteri Muchlis Gasim.

Lebih lanjut toleransi merupakan satu sikap yang mau memahami orang lain, sehingga komunikasi dapat berlangsung secara baik, dalam suatu kelompok akan sering terjadi perbedaan tetapi ketika suatu kepentingan lebih utama untuk bangsa dan negara yang membutuhkan kita maka semuanya harus di kesampingkan.

Baca Juga:  DPRD Jakarta Apresiasi Layanan Rumah Sakit Tanpa Kelas di Lampung

Hakikat toleransi terhadap kehidupan masyarakat majemuk merupakan satu prasyarat utama bagi setiap individu yang menghendaki kehidupan yang aman dan  tenteram.

Sementara itu, ketua Panitia Hermawan, mengatakan kampus mengedepankan kegiatan program pengenalan kehidupan mahasiswa baru yang dilaksanakan selama empat hari, untuk memberikan pengajaran kepada mahasiswa baru guna saling menghargai tentang rasisme seperti yang kemaren  terjadi di Papua.

“Semoga setelah di sampaikan materi dari Dandim 0708 Purworejo, mereka menjadi mahasiswa yang bisa menerima perbedaan. Karena disini tidak dari satu daerah saja akan tetapi berasal dari berbagai daerah yang ada di Jawa Tengah. Dengan Bhinneka Tunggal Ika, mereka bisa menjaga persatuan dan kesatuan kampus secara kusus lebih luas lagi secara nasional,” pungkasnya.(MAS)

Baca Juga:  Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Purworejo jadi 2 Orang
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top