Daerah

Dana Pembinaan Lomba Antar Pekon di Pringsewu Terindikasi di Sunat

Malian Ayub, kepala DPMPP Kabupaten Pringsewu/DN

PRINGSEWU – Kegiatan lomba pekon adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas pemberdayaan masyarakat dan Pemerintah Pekon (DPMPP) Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan lomba pekon (desa) sendiri masuk dalam peraturan menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2007, perihal penyelenggaraan perlombaan pekon (desa) kegiatan yang dimaksudkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa/pekon melalui penguatan kelembagaan untuk memotivasi dan swadaya gotong royong masyarakat.

Namun, dalam penyelenggaraannya, lomba desa justru terindikasi ada penyelewengan DPMPP itu sendiri.

Dugaan tersebut menguat dari keterangan kepala dinas setempat. Pasalnya, penjelasan yang diberikan kepala dinas berbeda-beda, pertama sebelum kegiatan lomba terlaksana, DPMPP memberikan bantuan stimulan untuk bulan bakti gotong royong sebesar Rp14 juta berupa uang yang ditransfer ke rekening pekon, tetapi di sisi lain dirinya menjelaskan berupa matrial dan pelaksaan kegiatanpun berbeda.

Baca Juga:  Dendi Kucurkan 10 Miliar di Kecamatan Kedondong

“Untuk kegiatan bulan bakti gotong royong dilaksanakan berbeda hari, tapi bisa juga dilaksanakan berbarengan dengan lomba pekon. Bantu yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan lekon penyelenggara kegiatan,” kata Malian Ayub, kepala DPMPP, Rabu, (24/1).

Malian Ayub, menjelaskan, terkait uang pembinaan bulan bakti gotong royong nilai yang diberikan untuk tiga pekon bervariasi, setiap pekon diberikan bantuan stimulan sebesar Rp10 juta sampai Rp12, bahkan yang paling besar bisa mencapai Rp14 juta.

“Bantuan tersebut berbentuk matrial bukan berbentuk uang, tapi material yang dikirimkan sejumlah uang yang sudah dianggarkan dari kami, dan tidak mengurangi jumlah bantuan yang diberikan,” ujarnya

Saat ditanyakan terkait adanya dugaan penyelewengan dari jumlah matrial yang dikirimkan tidak sesuai dengan anggaran Malian Ayub mengaku, semua sudah direalisasikan dan sudah berjalan, jadi tidak ada penyelewengan anggaran.

Baca Juga:  Banser Tubaba Gelar Pengobatan Gratis

Selain itu, perihal uang pembinaan juara satu lomba pekon, menurut Malian Ayub, adalah untuk juara satu uang pembinaan sebesar Rp30 juta, dan untuk tahun 2018 ini pihaknya mengajukan Rp50 juta untuk pemenang lomba desa tingkat kabupaten, yang nantinya untuk mewakili ketingkat provinsi.

Terpisah, Rasmin Kepala Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan bulan bakti gotong royong berbarengan dengan kegiatan lomba Pekon.

“Kegiatan bulan bakti gotong royong dilaksanakan berbarengan dengan lomba lekon, jadi tidak ada yang terpisah, kegiatannya dijadikan satu,” terangnya

Senada dengan Rasmin, salah satu kepala pekon yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, bantuan matrial yang diterima oleh pekon masing-masing tidak sesuai, meskipun pekon/desa hanya juara buncit. Namun, cukup disayangkan terkait uang pembinaan yang diberikan tidak sesuai dengan yang diterima.

Baca Juga:  Lampung Barat Gencar Promosikan Ekowisata

“Misalkan sriwungu juara satu, mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp60 juta, tapi uang yang didapat tidak genap Rp60 juta alias ada potongan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kegiatan lomba desa merupakan salah satu penilaian keberhasilan pembangunan. Maka perlombaan dibina secara terarah terpadu dan berkelanjutan, dengan melihat indikator penilaian mulai dari pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, dan lain sebagainya.(DN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top