Iklan
Daerah

Dalang Perempuan asal Purworejo Bakal Pentaskan “Gathutkaca Winisuda” di Hadapan Presiden Jokowi

Dalang perempuan Nyi Dwi Puspita Ningrum Mpd, dari Sanggar Puspita Laras asal Desa Kemranggen, Kecamatan Bruno, Kabupatan Purworejo/MAS

PURWOREJO – Dalang perempuan Nyi Dwi Puspita Ningrum Mpd, dari Sanggar Puspita Laras asal Desa Kemranggen, Kecamatan Bruno, Kabupatan Purworejo, direncanakan bakal pentaskan Lakon Gathutkaca Winisuda, dihadapan Presiden Joko Widodo, di alun-alun Besar Kabupaten Purworejo, pada Kamis (29/8) mendatang.

Dalang Perempuan Nyi Dwi Puspita Ningrum, direkomendasikan langsung dari provinsi untuk mementaskan wayang kulit dihadapan Presiden Jokowi.

Seperti yang disampaikan oleh Dwi Puspita, bahwa dirinya dihubungi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo, untuk mengirim profil diri dan setelah itu dirinya dikabarkan untuk mempersiapkan diri sebagai pengisi acara dalam menyambut Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Jelang MTQ ke-47, Pemkab Pesawaran Buka Seleksi Tilawatil Quran

“Pihak dinas maupun bapak presiden tidak meminta lakon apapun. Namun saya sudah mempersiapkan lakon yang terbaik untuk dipentaskan,” ungkapnya, Selasa (26/8) kemarin.

Gathutkaca Winisuda, bercerita tentang Raden Gathutkaca, putra dari Raden Werkudara dan Dewi Arimbi akan dinobatkan menjadi raja di Pringgadani.

Semula semua saudara Pringgadani “kadang Braja” setuju dengan penobatan Gathutkaca, karena ia putra dari Dewi Arimbi Sulung dari “kadang Braja”.

Akan tetapi, hasut dan profokasi menjadikan konflik, membuat Brajadhenta membelot, berbalik memusuhi Dewi Arimbi, dan hendak meminta Tahta Negara Pringgandani. Terjadilah pertempuran dahsyat.

Gathutkaca dibantu pamandanya Raden Brajamusti, berhasil mengalahkan Raden Brajadhenta, Tetapi kedua pamannya tersebut gugur “sirna sampyuh” dan menyatu ke badan raden Gathutkaca, menjadi kekuatan “Aji Brajadhenta Brajamusti”.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Periode 2019-2024

Diketahui, selain sebagai dalang, Dwi Puspita Ningrum juga seorang guru bahasa jawa di SMAN 7 Purworejo. Dengan pementasan yang akan digelar dihadapan Presiden, ia berharap mampu mengangkat kembali seni wayang kulit dan budaya Jawa yang dimiliki. Tak terbatas juga mampu mengangkat potensi-potensi yang ada di Kabupaten Purworejo.

Nyi Dwi Puspita Ningrum/MAS

“Saya berharap juga kesejahteraan guru-guru seni budaya, bahasa jawa juga semakin ditingkatkan,” harapnya.

Sementara itu, Dandim 07/08 Letkol Inf Muchlis Gasim, menyampaikan, rencana awal kunjungan kerja Presiden ada di tiga titik. Landing dari Bandara Baru Yogyakarta. Untuk waktu  belum bisa memberikan kepastian.

“Petugas gabungan terdiri dari TNI, Polri, unsur Pemda seperti Damkar, Dishub, Dinas PUPR, Satpol PP dan Dinkes, dipersiapkan. Saya menghimbau agar masyarakat tidak usah merangsek untuk mendekati Presiden. Karena Presiden yang akan mendatangi masyarakat. RI 1 adalah obyek VVIP yang harus diamankan dan jaga kenyamanannya. Masyarakat harus menyadarinya,” pungkas Dandim, Rabu (28/9).(MAS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top