Iklan
Peristiwa

Coba Temui Gubernur Arinal, Aktivis Lampung & Satpol PP Nyaris Bentrok

Aktivis buruh di Lampung ,nyaris bentrok dengan personel polisi pamong praja, saat menggelar aksi demo penolakan Revisi UU No 13 Tahun 2003, tentang ketenagakerjaan di Gedung Pemprov Lampung/BM/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Sejumlah aktivis buruh di Lampung ,nyaris bentrok dengan personel polisi pamong praja, saat menggelar aksi demo penolakan Revisi UU No 13 Tahun 2003, tentang ketenagakerjaan di Gedung Pemprov Lampung, Rabu (21/8).

Para peserta unjuk rasa ini terdiri dari Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL), Forum Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU), SP Danamon, LMND – DN, SMI, dan SP Sebay Lampung, sempat diblokir di depan pintu masuk sehingga terjadi saling dorong antara peserta aksi dengan pol pp lantaran berniat menemui  Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Baca Juga:  Tak Hanya Soal Bisnis, Keindahan Alam Lampung Jadi Daya Tarik Negara Timur Tengah

Ketua FSBKU Wilayah Lampung, Tri Susilo, menjelaskan demo mereka kali ini tetap dengan tuntutan yang sama seperti sebelumnya, yakni penolakan Revisi UU Ketenagakerjaan dan pasar tenaga kerja fleksibel karena dianggap sangat merugikan kaum buruh.

“Aturan tersebut banyak mengabaikan kepentingan buruh,” tegas Tri.

Mereka juga meminta penghapusan sistem kerja kontrak dan outsorching, menolak sistem pemagangan, mencabut PP Nomor 76 Tahun 2015, tentang pengupahan dan hentikan represifitas terhadap gerakan rakyat.

Meskipun pemerintah hingga hari ini beralasan bahwa Revisi UU tersebut masih dikaji dan belum ada kepastian perihal apa saja yang akan diubah. Namun, secara tidak langsung telah memberikan warning kepada kaum buruh.

Baca Juga:  Atasi Sampah, Pemprov Perkuat Regulasi

Harapannya, Pemerintah Provinsi Lampung, dapat mengakomodir apa yang menjadi hak-hak buruh dan tuntutan mereka dapat disampaikan ke pemerintah pusat.

Sementara itu, Suparti, salah satu buruh wanita yang sempat berdesak-desakan di tengah kerumunan pol pp saat aksi saling dorong, menumpahkan emosinya atas hak haknya sebagai buruh yang dinilainya sangat merugikan dirinya yang sudah bekerja selama 21 tahun sebagai pekerja buruh Philip Seafood Indonesia.(BM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top