Modus

Chusnunia Chalim Hadir di Sidang Korupsi Mustafa pada 4 Maret 2021?

Mengurut Jejak Dugaan Keterlibatan Wagub Lampung Nunik Atas Informasi KPK di Kasus Mustafa (Bagian II)
Mengurut Jejak Dugaan Keterlibatan Wagub Lampung Nunik Atas Informasi KPK di Kasus Mustafa (Bagian II)

Mantan Bupati Lampung Timur, yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim atau Nunik. Foto: Istimewa.

Suluh.co – Sedikitnya ada 8 orang saksi yang akan diperiksa di hadapan majelis hakim pada PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis besok, 4 Maret 2021.

Pemeriksaan tersebut berkait dengan proses sidang perkara suap dan gratifikasi yang didakwakan KPK kepada mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa.

Persidangan perkara ini belakangan sudah masuk pada tahapan yang mengulas perihal pendanaan Mustafa untuk mendapatkan dukungan partai politik.

Asal muasal aliran uang atau pendanaan tersebut juga belakangan diketahui berdasarkan keterangan saksi-saksi sebelumnya, bersumber dari hasil pengumpulan fee atau suap yang dilakukan oleh kontraktor atau semacam ijon atas proyek di Dinas Bina Marga Lampung Tengah.

Mustafa kemudian mengalokasikan dan mendistribusikan uang-uang tersebut melalui kaki tangannya bernama Darius Hartawan, Rizani, dan Paryono.

Darius alias Cius adalah adik tingkat semasa Mustafa kuliah. Sementara Paryono dan Rizani merupakan kader dari Partai NasDem. Yang kala itu Mustafa adalah Ketua DPW NasDem Lampung.

Mustafa mengucurkan Rp6 miliar untuk mendapatkan dukungan Partai Hanura Lampung.

Kemudian, ia menyiapkan Rp18 miliar untuk mendapatkan dukungan DPW PKB Lampung yang kala itu dipimpin oleh Musa Zainudin.

Pihak penerima uang dari Partai Hanura disebut saksi, adalah Sri Widodo. Saat itu Hanura untuk Provinsi Lampung memang dinahkodai Sri Widodo.

Baca Juga:  Warga Net Kritisi Praktik Politik Uang Arinal-Nunik

Sementara uang Rp 18 miliar yang menurut Paryono dan Rizani mengetahui bahwa sesuatu yang ada di dalam kardus dan dibawa ke rumah Midi Ismanto dan Khaidir, kader dari PKB.

Bahkan Paryono mengaku turut menghitung uang-uang yang diketahui berjumlah Rp 14 miliar, yang bersumber dari Mofaje Caropeboka yang adalah kader Partai NasDem.

Pada konteks penghadiran 8 orang saksi tadi, reporter Fajar Sumatera mendapat kabar dari sumber terpercaya, yang patut dan layak mengetahui persendian proses sidang Mustafa.

Kabar itu menyoal penghadiran Chusnunia Chalim ke dalam ruang persidangan.

Sebabnya, Chusnunia Chalim yang tenar dipanggil Nunik itu, memang sudah pernah dan lebih dari satu kali diperiksa KPK karena hal yang berkait dengan aliran ke PKB.

Presisi waktu pemberian uang yang dilakukan Mustafa ini berlangsung sebelum Pemilihan Gubernur Lampung pada tahun 2018.

Di waktu itu, PKB Lampung masih dinahkodai oleh Musa Zainudin. Nunik saat itu masih sebagai Bupati Lampung Timur. Nunik kemudian turut mencalonkan diri pada Pilkada 2018 tersebut dan terpilih serta dilantik untuk menjabat sebagai Wakil Gubernur Lampung.

Dari apa yang sudah disampaikan Mustafa saat diperiksa sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang, ia menyebut bahwa Nunik atau PKB telah mengkhianatinya.

Baca Juga:  5 Saksi Kembali Diperiksa Soal Perkara Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan

Sebab pada perjalanannya, PKB Lampung justru mencalonkan Nunik. Atas hal itu, Mustafa kemudian belakangan diketahui meminta Paryono untuk mengambil kembali uang yang diberikan lewat Midi Ismanto dan Khaidir Bujung.

Mula-mula Paryono menerima Rp 2 miliar. Setelahnya menerima Rp 12 miliar. Uang yang dikumpulkan tersebut berdasarkan perintah Mustafa, dipulangkan ke rumah Mofaje Caropeboka.

Paryono tidak tahu menahu perihal sisa Rp 4 miliar dari PKB Lampung. Ketidaktahuan sisa uang itu juga membuat Mustafa terheran-heran. Sebab pada saat sidang yang digelar pada 25 Februari 2021 saat Rizani, Paryono dan Darius dihadirkan, Mustafa menanyakan sisa uang tadi ke Paryono.

Atas penghadiran saksi-saksi tadi, KPK belum membeberkannya. Lewat Taufiq Ibnugroho selaku jaksa sebagai penuntut umum yang menyidangkan perkara Mustafa, KPK sedianya menjadwalkan penghadiran saksi-saksi sebelumnya yang tidak dapat hadir.

“Yang jelas, saksi yang tidak dapat hadir pada sidang lalu, akan kami hadirkan,” ucap Taufiq Ibnugroho di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 3 Maret 2021.

Saksi yang dimaksud Taufiq Ibnugroho itu seyogyanya adalah Erwin Mursalim dan Geovani.

Erwin adalah saksi dari unsur Polri yang disebut para saksi lainnya yang menjadi penghubung untuk memberikan jatah bulanan kepada oknum di lembaga penegak hukum.

Baca Juga:  BNN Lampung Kembali Musnahkan 6 Kilogram Sabu & 1.700 Pil Ekstasi

Sementara Geovani adalah sosok yang dulunya Wakil Ketua DPW PKB Lampung di masa kepemimpinan Mustafa.

Belakangan Geovani mengalami luka parah di bagian kepala diduga akibat dipukul sekelompok orang berperawakan tegap dan model rambut pendek.

Kasus dugaan penganiayaan yang dialami Geovani belakangan telah diusut oleh Polresta Bandar Lampung. Hanya saja sampai saat ini belum diketahui apa hasil dari pengusutan tersebut.

Untuk diketahui, Chusnunia Chalim ditegaskan oleh Kadis Kesehatan Lampung Reihana urung untuk mendapat vaksin tahap pertama karena kondisi Nunik sedang tidak sehat.

Menurut Reihana, hemoglobin Chusnunia Chalim tidak pada kondisi normal. Di sisi lain, Nunik saat proses pelaksanaan kegiatan DPW PKB Lampung terlihat sedang duduk pada kursi roda.

Mungkinkah Chusnunia Chalim batal hadir ke ruang sidang? Ataukah akan hadir di sidang namun lewat zoom?

 

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top