Modus

Chusnunia Chalim Diseneni Hakim

Nunik yang ditemani sang suami Erry Ayudhiansyah, di PN Tipikor Tanjung Karang/SULUH

Suluh.co – Majelis hakim PN Tipikor Tanjung Karang, menegur Chusnunia Chalim (Nunik), dalam kapasitasnya sebagai saksi selaku mantan Bupati Lampung Timur, pada Kamis (4/3), sekira pukul 15.00 WIB.

Hal itu lantaran, Nunik terlalu memberikan penjelasan yang melebar. Padahal yang ditanya tidak dijawabnya dengan tegas.

Mendapat teguran itu, Chusnunia Chalim menjawab, ”Siap! Mohon maaf yang mulia”.

Diketahui, Nunik sapaan akrabnya diperiksa untuk menjelaskan perihal aliran dana ke DPW PKB Lampung senilai Rp18 miliar dari mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa sebagai terdakwa atas perkara suap dan gratifikasi.

Ia menjadi salah satu saksi di antara 6 orang yang dihadirkan jaksa.

Baca Juga:  750 Polisi Jaga TPS di Kota Bandar Lampung

Nunik yang ditemani sang suami ke ruang persidangan mula-mula menjelaskan bahwa ia dan para kader di DPW PKB Lampung membagi tugas untuk mendekati para kontestan pada Pilkada 2018 silam.

Menurut ia, DPW PKB Lampung pada saat itu tengah berjalan dan dinahkodai oleh Musa Zainudin yang ditahan karena kasusnya di KPK.

Dalam keterangannya, ia menyebut nama mantan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad, mantan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, Bang Ari, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Hidir Ibrahim, Midi Iswanto, Khaidir Bujung, dan Muhaimin Iskandar.

Saat menyampaikan hal itu, majelis hakim memanggil nama Musa Zainudin selaku mantan Ketua DPW PKB Lampung.

Baca Juga:  Kerjasama Pemerintah & Perguruan Tinggi bisa Hasilkan Teknologi Mitigasi Bencana

Saat itu hakim merespons gerakan tubuh Musa yang saat itu juga adalah saksi seperti Chusnunia.

Musa menyampaikan bahwa ia ingin pamit untuk pergi ke toilet. Musa sebenarnya bukan kali ini pamit untuk pergi ke toilet. Di awal persidangan dimulai, ia pamit ke toilet.

Pemantauan redaksi, raut wajah Chusnunia Chalim berubah seketika saat mendengar permintaan Musa Zainudin tadi. Kemudian senyuman sinis merekah dari bibirnya.

Sejurus kemudian, ia langsung menutup area mulut pada wajahnya menggunakan masker yang ia kenakan sejak awal.

 

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top