Modus

Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh Mengaku Jadi Korban Bupati Lampura

kiri-terdakwa perkara suap fee proyek di Kabupaten Lampung Utara, Chandra Safari/Suluh/TIN

BANDAR LAMPUNG – Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh, terdakwa pelaku suap kepada Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara, membacakan pembelaannya dihadapan hakim.

Chandra dan hendra disidangkan secara bergantian untuk membacakan nota pembelaannya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang, Kamis (13/2).

Dalam pledoi yang dibacakan, kedua terdakwa suap ini memohon agar majelis hakim memutuskan hukuman pidana penjara yang lebih ringan dari tuntutan dari jaksa yang sebelumnya menuntut hukuman panjara selama 2 tahun kepada Chandra Safari  dan 2 tahun 6 bulan kepada Hendra Wijaya Saleh.

Kepada Hakim, Chandra dan Hendra menjelaskan bahwa mereka hanyalah korban dari kesewenang-wenangan Pemda Lampung Utara yang selama ini telah memiliki budaya untuk bernegosiasi dengan ketentuan fee dari setiap pekerjaan proyek.

Baca Juga:  Publik Minta Keseriusan Polda Tangani Kasus Novel Baswedan di 2018

Tak hanya persoalan fee yang wajib diberikan, terdakwa Chandra Safari pun berucap pelunasan honor pekerjaan proyek yang telah diselesaikan selalu dibayarkan terlambat sehingga ia harus berhutang sana-sini dan hingga saat ini ia pun belum merasakan jeri payahnya selama ini.

Di persidangan kali ini, keduanya menjelaskan kepada majekis hakim terpaksa menuruti mahar yang diminta sebab jika fee yang diminta tidak mereka berikan maka proyek yang seharusnya mereka kerjakan karena telah dimenangkan akan dapat bergeser ke tangan orang lain dengan seenaknya.

Mendengar pembelaan yang dibacakan oleh terdakwa Chandra dan Hendra, Jaksa penuntut dari KPK  menanggapinya dengan tetap pada tuntutan yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya dengan pula menempatkan pasal 64 ayat 1 KUHP dengan unsur perbuatan yang dilakukan secara berulang – ulang atau berlanjut.

Baca Juga:  Arinal : Korupsi Adalah Dosa yang Mempermalukan Diri dan Keluarga

Sementara sidang lanjutan dari perkara ini akan kembali digelar pada kamis pekan depan dengan agenda sidang yaitu pembacaan putusan dari majelis hakim.(TIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top