Iklan
Daerah

Cerita Nakhoda Kapal Berkah Samudera Yang Dihantam Ombak Setinggi 5 Meter

Kanan – Kasiman (57), nakhoda sekaligus pemilik perahu/SB,

TANGGAMUS – Nakhoda Kapal Motor (KM) Berkah Samudera mengisahkan karamnya kapal yang dinakhodainya akibat dihantam badai angin Timur dan tenggelam di Perairan Batu Tangkai, Teluk Semaka, Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus, Kamis (12/4).

Kasiman (57), nakhoda sekaligus pemilik perahu, mengatakan kapalnya dihantam ombak besar dua kali.

Hantaman ombak pertama terjadi saat di tengah pelayaran. Hantaman kedua baru terjadi sekitar perairan Batu Ketakai, lebih kurang 300 meter mendekati dermaga sandar di Pekon Teluk Berak.

“Saat hantaman ombak pertama, perahu saya masih bisa menahan, itu di tengah laut. Terus hantaman kedua yang tidak bisa melawan sama sekali. Bagaimana tidak, tinggi ombak itu lima meter sedangkan tinggi perahu saya cuma tiga meter,” terang Kasiman, Jumat (13/4).

Lebih lanjut ia mengatakan, dampak hantaman ombak tersebut air langsung menggenangi kamar mesin. Saat itu mesin masih menyala.

Lantas dua anak buah kapal Imam (22) dan Aang (18) mencoba menguras air di kamar mesin, dengan menyalakan mesin penyedot air.

Baca Juga:  448 Pelamar CPNS Lampung Timur Tak Lolos Seleksi Administrasi

“Saat itu dihantam ombak lagi karena pintu kamar mesin terbuka akhirnya kamar mesin penuh air. Saat itulah mesin kapal mati. Ternyata air yang masuk ke kapal juga menggenangi tengah kapal. Saya mencoba untuk tenang sambil beritahukan kepada penumpang mengenai kondisi kapal,” kata Kasiman.

Ia mengaku saat itu perahu sudah terombang-ambing dan hantaman air terus masuk ke lambung kapal.

Kemudian Kasiman mengimbau agar penumpang membawa barang-barang yang penting saja.

Sebab untuk mempertahankan perahu juga mustahil mengingat perahu sudah kemasukan air cukup banyak.

“Karena hantaman ombak berkali-kali kapal itu miring ke kanan ke kiri, saat itulah air masuk. Bayangkan saja kalau kapal sudah terombang-ambing sama saja menciduk air laut,” ungkap bapak dua anak ini.

Saat itulah tumpukan triplek yang diangkut perahu tersebut tercecer, hingga akhirnya diputuskan untuk jadi pelampung oleh para penumpang. Meski ada 20 buah pelampung berupa rompi.

Baca Juga:  Kementerian LHK Hibahkan Dana Kepada Gapoktan Beringin Jaya

“Pelampungnya sebenarnya ada, disimpan di lemari, cuma karena semua sudah panik tidak kepikiran mengeluarkan pelampung,” jelasnya.

Kasiman menambahkan, setelah itu para penumpang mulai meninggalkan perahu dengan triplek, dan barulah perlahan perahu tenggelam.

“Kira kira para penumpang terapung sekitar setengah jam, sampai adanya perahu nelayan pancing yang lewat,” katanya.

Sedangkan untuk penumpang meninggal, menurutnya karena faktor usia. Sebab kedua korban yakni Khaminah sudah berusia 67 tahun dan Satiyem 60 tahun.

Saat itu juga Kasiman menolong Satiyem sambil terus berenang ke tepi. Namun karena usia tadi, Satiyem pingsan dan akhirnya meninggal.

“Kalau nelayan yang menolong pertamanya satu perahu, terus ke darat datang lagi empat perahu, akhirnya nambah sampai tujuh perahu semuanya,” ujarnya.

Masih menurutnya, lantas semua penumpang bisa didaratkan ke pantai dan warga sekitar menolong mereka, ada juga memberikan kopi sambil beristirahat.

Hingga akhirnya para penumpang pulang ke rumah masing-masing pada Kamis (12/4) petang.

“Di sana saya tidak bisa komunikasi dengan pelabuhan di sini, hp tenggelam dan ada hp warga juga tidak ada nomor  di sini,” ungkap nakhoda handal ini.

Baca Juga:  Pelayanan Publik Kabupaten Lamteng, Masuk Zona Merah

Sementara Iqbal selaku pengurus penyebrangan dermaga Kota Agung mengatakan, untuk ukuran muatan memang sudah sesuai dari kapasitas.

“Karena muatan Kapal Penumpang Berkah Samudra ini menampung sampai 15 ton lebih. Sementara barang dalam muatan kemarin hanya berkisaran 7 ton. Andai saja muatan kapal lebih, itu semua kapal tidak saya izinkan untuk berlayar karena setiap kali pemberangkatan pelayaran kami selalu kontrol dengan syahbandar,” tutupnya.(SB/CD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top