Bandar Lampung

CEO 8villages Sanny Gaddafi: Beri Dampak Baik Lebih Banyak Lagi

Co-founder dan CEO 8villages Sanny Gadafi, saat presentasi pada Pitch@Palace ASEAN 2019, Bangkok, Thailand, 4 November 2019. 8villages satu-satunya start-up Indonesia di bidang pertanian, renewable technology and energy, yang diundang forum bergengsi itu. | Facebook

BANDAR LAMPUNG — Jelang akhir 2019, wirausaha sosial (sociopreneur) berbasis teknologi (technopreneur) sukses bidang agriculture (agripreneur), Co-Founder dan CEO 8villages, Sanny Gaddafi, mendapuk salah satu harapan terbaik resolusinya di tahun 2020.

Pendiri perusahaan rintisan (start-up) fokus bisnis inti jejaring sosial petani Indonesia, PT 8Villages Indonesia, berbasis di Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat sejak tahun 2012 ini menaut harap, di tahun 2020 nanti 8villages bisa lebih banyak lagi memberikan dampak baik kepada masyarakat.

Sanny mendaulat harapannya itu melalui unggahan media sosial Facebook, Jum’at (27/12/2019), dengan mula kalimat kesan pribadi selama mengarungi tahun 2019 yang ia istilahkan sebagai “banyak ‘drama’ di tahun ini dan banyak hikmah didapat.”

Diketahui, jejak kiprah Sanny dan timnya di start-up pengampu platform aplikasi daring penyedia jasa pasar maya produk komoditas tanaman pangan agrikultur langsung antara petani dan pembeli, regopantes.com, serta aplikasi layanan terpadu penyuluhan dan pertukaran informasi antar pakar dan warga perdesaan di sektor pertanian, perikanan, peternakan secara terintegrasi, Layanan Informasi Desa (LISA) atau lisa.id itu, makin mendapat tempat di hati masyarakat.

Baca Juga:  Pjs Gubernur Lantik Pejabat Fungsional Ahli Utama BPSDM

Teranyar, 8villages mendapat kehormatan dengan dinobatkan sebagai Top Start Up On Agriculture 2019 pada TOP DIGITAL Awards 2019 gelaran Majalah ItWorks, di Jakarta, 27 November lalu.

Sebelumnya, Sanny mewakili 8villages, jadi satu-satunya start-up dari Indonesia yang mewakili bidang pertanian, energi, teknologi terbarukan, yang diundang dalam perhelatan forum investasi bisnis Pitch@Palace (baca: Pitch at Palace) ASEAN 2019 di Bangkok, Thailand, 3-4 November 2019.

Pitch@Palace ini Istana St. James, London, Inggris, yang punya gawe, mempertemukan ide kreatif berbagai latar belakang bidang perusahaan dengan partisipan aktif dari 57 negara –peserta dipilih langsung anggota keluarga kerajaan, mentor dan pemimpin bisnis berpengaruh dari seluruh dunia.

Baca Juga:  DPRD Lampung Nilai Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Gubernur Ridho

“Sejauh ini memang baru bisa membantu 40.000+ perwakilan masyarakat menjadi corong suara para petani berkeluh kesah di lisa.id dengan 5.000+ petani yang menjadi lebih kaya di regopantes.id, rekor mencapai 22x lipat penghasilan bertambah hanya dengan menghubungkan langsung dengan pasar,” tulis Sanny, yang kerap disapa Sagad, akronim nama suami Rury Gemsey ini.

Lebih lanjut, alumnus SMP Islam Al-Azhar Jaka Permai, Jakarta Selatan angkatan 1995, SMA Negeri 61 Jakarta angkatan 1998, dan Jurusan Keuangan dan Investasi Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta angkatan 2005 itu berharap pula, tahun 2020 ia bisa melajukan replikasi aktivitas itu 88 kali lipat.

“Harapan 2020 nanti 8villages bisa mereplikasi aktifitas ini 88x lipat, karena masih banyak petani yang memiliki potensi sama dengan yang kebetulan sudah mengenal 8villages lebih dulu,” ungkap dia, seraya mengaminkan.

“Aamiin aamiin aamiin…,” takzim Sanny, yang per Januari 2017 tercatat jadi duta kedua Indonesia setelah founder/CEO Bubu.com, Plasa.com (kini Blanja.com), dan Nusantara Venture, Shinta Witoyo Dhanuwardoyo, selaku Youth Ambassador of World Summit Awards (WSA), suatu inisiatif global sistem penghargaan unik seleksi-promosi inovasi digital lokal penggerak masyarakat di 180 negara, penyemat 426 WSA Winners sejak 2003, di bawah pengampu lembaga nirlaba ICNM dirian Peter A Bruck (Chairman WSA), berbasis di Salzburg dan Vienna, Austria ini.

Baca Juga:  Wagub Minta Korpri Tidak Terjebak Egosektoral

Berbagai keberhasilan inisiator StartupLokal Community, juga pengampu Top 100 Young Influencers in Indonesia versi Majalah Marketeers Mark Plus ini, sepanjang ‘masa perjuangan’ dalam menekuni passion-nya di belantara agripreneurship, tak luput dari iring doa terbaik, sekaligus menjadi kebanggaan khusus para orang terdekatnya. Penelusuran redaksi, ungkapan kebahagiaan itu sesekali diunggah di media sosial, baik oleh istri, juga kedua orangtuanya.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top