Iklan
Daerah

Cegah Difteri, Wagub Lambar Tinjau Imunisasi di Sekolah

Wakil Bupati Lampung Barat, Drs Mad Hasnurin, bersama dengan Tim Dinas Kesehatan, memantau kegiatan imunisasi/Ist

LAMPUNGBARAT – Wakil Bupati Lampung Barat (Lambar) Drs Mad Hasnurin bersama dengan Tim dari Dinas Kesehatan Lambar, memantau kegiatan Imunisasi di Sekolah SDN 1 dan 2 Giham, PAUD Cendrawasih, Dharmawanita dan Mts Nurul Islam Sekincau, Kamis (22/2), di Aula SDN 1 Giham Sukamaju Sekincau, Kabupaten Lambar.

Dalam sambutan wakil bupati menyampaikan, tujuan dari imunisasi di sekolah ini untuk mempertahankan elemenisasi tetanus neoraturium pengendalian penyakit difteri dan penyakit campak dalam jangka panjang melalui imunisasi DT dan campak pada anak sekolah.

“Imunisasi ini dilakukan pada anak usia 1 -19 tahun, hal ini dilakukan karena baru-baru ini telah terjadi bakteri difteri khusus di SDN Pampangan sebagaimana kita ketahui pekon pampangan ini terjangkit penyakit difteri,” kata Hasnurin.

Baca Juga:  Pesawaran Gelar MTQ Tingkat ASN dan THL

Adapun gejala penyakit ini adalah demam, panas, pilek, batuk, dan tenggorokan sakit, jika tidak cepat ditangani akan berakibat fatal yang berujung pada kematian

“Saya juga mengucapakan terimakasih kepada dinas kesehatan yang bergerak cepat mengatasi masalah ini supaya tidak tersebar di keluarga yang lain,” tukasnya.

Perihal difteri, Hasnurin mengaku, sudah mendengar dan cukup heboh di media sosial maupun di surat kabar harian. Bahwa telah terjadi penyakit difteri di kecamatan ini.

“saya ingin berkomunikasi kepada dinas kesehatan untuk membahas penyakit tersebut namun pihak tim dinas kesehatan langsung turun ke lokasi untuk melihat langsung dan menindaklanjuti lebih jauh bahwa yang bersangkutan harus dirujuk ke rumah sakit umum,” ungkapnya.

Baca Juga:  IKLB Jabar Galang Dana Korban Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah

Oleh sebab itu pihaknya menghimbau, kepada orangtua yang mempunyai anak untuk ikut imunisasi di setiap sekolah yang ada di Kecamatan Sekincau.

“Kepada dewan guru untuk diinformasikan kepada orang tua wali murid dan bahkan di kampung-kampung untuk semua anak usia 1-19 tahun diimunisasi lengkap 1, 2 dan 3 diharapkan bagi siswa yang sudah pernah di imunisasi dari posyandu untuk mengecek kembali kesehatan pada anaknya,” tandasnya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top