Panggung

‘Catatan Harian’ Yozi Rizal Menuai Komentar Positif

Politisi asal Way Kanan, Yozi Rizal/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Buku “Catatan Harian” Yozi Rizal menuai komentar positif dari berbagai profesi, baik di laman facebook (FB) maupun diminta langsung.

“Saya bangga, Catatan Harian Polisitisi asal Way Kanan dan Lampung Utara itu menuai komentar positif. Ini membuktikan Yozi Rizal dikenal baik,” ujar Isbedy Stiawan ZS, penyusun buku ini, Sabtu (1/2).

Menurut Isbedy, buku Yozi Rizal ini semula adalah tulisan yang dia publikasikan di dinding (status) FB sejak 2014/2015 hingga 2018. Tetapi, ia dipilah-pilih untuk dihinpun dalam buku berjudul “Catatan Harian Yozi Rizal – Politisi Lampung — dan diterbitkan oleh Siger Publisher bekerja sama dengan Aura Publshing.

“Saya hanya bekerja mengunduh, menghinpun, dan merapikan tulisan Yozi, lalu saya beri judul tiap tulisan itu,” jelas Isbedy.

Selama memilih tentu Isbedy membacanya secara cermat. “Selama pembacaan itu saya merasakan kenikmatan tersendiri. Bahasanya yang lugas, jelas, namun terasa juga ‘main-main’ atau canda dari politisi ini,” ungkap penyair berjuluk Paus Sastra Lampung ini lagi.

Baca Juga:  Sastrawan Lampung Isbedy Borong Juara Cipta Cerpen dan Puisi Nasional

Komentar-komentar berbagai profesi juga pariatif. Tetapi, semuanya nyaris memuji dan mendukung Yozi Rizal sebagai wakil rakyat di legislatif.

Heri Mulyadi, politisi PKS yang pernah menjadi anggota DPRD Kota Bandarlampung, mengatakan bahwa membaca Catatan Harian Yozi Rizal ini, kita seakan diajak menilai  berbagai kondisi dan situasi yang terjadi di tengah dinamika kehidupan berbangsa kita yang hingar bingar ini.

“Ia bisa menjadi semacam ‘asupan ringan’ untuk selalu menjaga kewarasan di lautan puja puji semu para pengekor kekuasaan,” kata penyair, mantan jutnalis, yang kini pebisnis ini.

Sementara Ikhsanuddin, owner Penerbit Aura ini menilai, politisi yang memunyai “kelembutan” sosial, cenderung mudah tersentuh masalah kemasyarakatan.

Ditambah, imbuh pengurus Dewan Perpustakan Lampung ini, Yozi memiliki talenta menulis, sehingga segala hal yang terjadi di masyarakat dengan cepat ditanggapi.

“Demikian yang saya amati pada Yozi Rizal. Fenomena perpolitikan di Indonesia ditulisnya dengan lugas, sindiran, dan—tentu saja—kritik,” ujar Ikhsan.

Ade Yunarso, jurnalis, berkomentar, membaca kumpulan tulisan status Facebook Yosi Rizal yang dibukukan ini, terasa seperti berbicara dengan diri sendiri. Begitu lugas, spontan, dan cair.

Baca Juga:  Laporan Khusus Edisi HPN 2019: Selamat Hari Pers Nasional 2019 (1)

Kadang seperti celetukan. Begitu saja ke luar dari mulut saat merasa ada sesuatu yang tidak pas terjadi.

Kalimat yang dipergunakan pun membumi. Tak perlu menerka makna tersirat karena kata-kata di dalamnya sudah mewakili kegelisahan hati si penulis.

“Jelas ini bukan bacaan ’berat’. Namun tak pula ringan karena kalimat-kalimat Yozi Rizal mengambarkan sejauhmana wawasan dan kepekaannya melihat kondisi sekitar.”

Sastrawan Lampung Syaiful Irba Tanpaka, mengatakan, yang diketahu dari Yozi Rizal adalah  anggota DPRD Provinsi Lampung, yang dekat dengan para aktivis dan sastrawan (seniman) Lampung. Putra Way Kanan ini banyak menulis catatan di status facebook (FB)-nya.

“Hampir semua tanggapannya di status tersebut, begitu kritis, terutama menyoal kebijakan pemerintah,” tulis Syaiful Irba.

Warga Kotabumi, Lampung Utara, Edialis Nataraja menilai Yozi sebagai politikus yang berbakat dan enerjik… Yang mampu mengimplementasikan kalimat yang diucapkan selaras dengan derap langkah yang dilakoninya. Sosok yang mampu menghadirkan orkestra di lingkungan keluarga, teman, dan lawan-lawan politiknya.

Baca Juga:  Nasir: Lampung Strategis, Tepat Jadi Alternatif Lokasi Ibu Kota Negara RI

Dalam buku ini dimuat komentar dari Rahmatul Ummah, Zulfikar Nurdin, Ginta Wiryasenjana, dan lain-lain.

Terpisah, Yozi Rizal berterima kasih kepada mereka yang telah memberi konentar positif dan pujian kepada dirinya.

“Bagi saya, menulis hanya sarana untuk menuangkan isi hati dan pikiran. Tidak lebih. Apalagi berharap menjadi sensasi,” ujar Yozi dalam Salam Pemuka buku ini.

Dikatakannya, menulis hanya sebagai media untuk mengingatkan tentang sesuatu yang tertangkap oleh indra dan tercerna oleh pikiran serta hati, sehingga dapat menjadi ajang pembelajaran guna bersikap dan berperilaku lebih baik di masa mendatang.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top