Pendidikan

Cara Unik SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo Dorong Minat Berliterasi

Workshop literasi generasi milenial di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo/MAS

PURWOREJO – Melalui kegiatan workshop literasi generasi milenial, SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo diajak untuk aktif berliterasi dengan tidak meningggalkan budaya.

Workshop diikuti lebih dari seribu siswa kelas X, XI, dan XII serta sejumlah guru MGMP Bahasa Jawa, pada Kamis lalu.

Mereka mengenakan busana adat mendapatkan materi, baik teori maupun praktik, dari dua orang pegiat literasi kondang nasional. Masing-masing yakni penulis asal Jakarta, Na Dhien, dan sang pelukis kaki asal Salatiga, Sabar Subadri. Kegiatan berlangsung meriah dengan adanya berbagai pertunjukan seni dan sastra.

Dalam kegiatan ini, tim literasi sekolah sengaja menghadirkan dua narasumber yang berbeda latar belakang. Secara khusus, Na Dhien dihadirkan untuk memompa semangat siswa dalam bidang menulis, khususnya bahasa Jawa.

Baca Juga:  Sekolah Swasta di Bandar Lampung ini Hanya Mendapat 4 Siswa Baru

Sementara Sabar Subardi, membuka wawasan siswa bahwa literasi tidak sebatas pada membaca atau menulis. Sabar yang memiliki keterbatasan fisik juga memberi motivasi bahwa kreativitas dapat diciptakan meski dalam kondisi keterbatasan.

Keduanya pun berkolaborasi saat memberikan materi.

Na Dhien mengajak perwakilan siswa membaca geguritan dan Sabar mengajak siswa lain mendeskripsikan esensinya dalam sebuah lukisan.

“Selama ini kegiatan literasi memang sudah jalan, tapi kreativitasnya masih terbatas. Dengan kegiatan ini kita berharap siswa jadi sadar bahwa literasi itu luas dan banyak kreativitas yang bisa kita ciptakan,” jelas Dwiana.

Sementara itu, Kepala SMK YPE Sawunggalih, Tri Yulianto SKom MPd, mengapresiasi terobosan tim literasi dan antusias siswa dalam mengikuti kegiatan.

Baca Juga:  Mewujudkan Pendidikan Maju Tanpa Kekerasan

Menurutnya, workshop yang digelar sejalan dengan misinya pada periode kedua dirinya menjabat kepala sekolah ini, yakni peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan-pelatihan, baik bagi guru maupun siswa.

“Total siswa di sekolah ini ada sekitar 1.500. Kita ingin, dari jumlah itu muncul siswa-siswa pegiat literasi yang mumpuni,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, semangat berliterasi dapat terus bergelora.  Workshop perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata, seperti penerbitan buku, aktivitas jurnalistik, serta implementasi lewat ekstra kurikuler.

“Di era milenial yang serba digital ini, siswa perlu dibentengi lebih kuat agar tidak lupa pada budayanya. Dengan kemampuan literasi yang baik, tentu wawasan siswa akan lebih baik sehingga setelah lulus memiliki bekal yang cukup,” tandasnya. (Mahestya Andi)

Baca Juga:  Bersama PCMI, 20 Delegasi PPAN asal Lampung Gelar Kegiatan Kanca Alam
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top