Iklan
Wisata

Cagar Budaya Megalitik Batu Bedil Perlu Perhatian Pemerintah

Kepala Pj Pekon Gunung Meraksa dan Batu Bedil mengajak mahasiswa KKN Revolusi Mental (RM) UIN Raden Intan Lampung, berkunjung ke situs purbakala cagar budaya Megalitik Batu Bedil/LS

TANGGAMUS – Kepala Pj Pekon Gunung Meraksa dan Batu Bedil mengajak mahasiswa KKN Revolusi Mental (RM) UIN Raden Intan Lampung, berkunjung ke situs purbakala cagar budaya Megalitik Batu Bedil, Senin (5/8) kemarin.

Batu bedil sendiri diketahui dibagi atas 2 wilayah, Batu Bedil Hulu masuk dalam Pekon Batu Bedil sedangkan Batu Bedil Hilir masuk dalam Pekon Gunung Meraksa.

Dalam kesempatan tersebut mahasiswa yang berlokasi pengabdian di dua lokasi pekon tersebut berkesempatan menyentuh dan membaca tulisan sangsekerta yang tertulis dibatu prasasti tersebut.

Tak sampai disitu saja, mahasiswa dipandu langsung oleh UPT Cagar budaya situs batu bedil.

Haroni, selaku UPT menjelaskan bahwasanya situs Batu Bedil diperkiraan sudah ada sejak abad ke-9 dan ditemukan pada abad 19. Kala itu saat masyarakan Pekon Gunung Meraksa melakukan perluasaan pemukiman dengan membangunan rumah panggung.

Baca Juga:  Dubes Sjahroedin dan Gubernur Ridho Promosikan Lampung di Kroasia

“Serta dilakukan pemugaran pada 14 April 1989 oleh pemerintah pusat melalui penelitian arkeologi yang dipimpinan Soekmono dan memberikan penilaian kelayakan arkeologi terhadap Situs Batu Bedil,” kata Harmoni.

Ia juga menjelaskan tulisan yang ada diprasasti hanya terlihat diawal dan akhir dengan tulisan sangsekerta yang bila dibaca Namo Bhagawate dibaris awal serta Swaha dibaris kesepuluh dan ada gambar menyerupai bunga.

Selain Prasasti ada juga Arca Nandi, Arca Gajah, dan Menhir.

Haroni berharap, Pemerintah Kabupaten Tahun, dapat lebih berinovasi dalam bidang pengelolaan walaupun pengelolaan cagar budaya dibawah naungan pemerintah pusat, seperti kerjasama antara dinas pariwisata dan dinas pendidikan kebudayaan bekerjasama dalam bidang pengunjung tujuan edukasi dan pelestarian peninggalan bersejarah.

Baca Juga:  UIN Raden Intan Lampung Pelajari Sitem Didik Santri

“Harapanya supaya pemkab tanggamus bisa ikut mengembangkan potensi agar edukasi yang ada disekolah tentang sejarah kehidupan masalalu, tidak sampai diteori akan tetapi bisa langsung melihat bentuk fisiknya,” ucapnya.

Cagar budaya Megalitik Batu Bedil/LS

Hal tersebut juga diamini Eri salah satu mahasiswa KKN RM UIN Raden Intan Lampung, dari Pekon Gunung Mereka.

Ia juga menambahkan, dengan pengelolaan yang optimal seperti menarik minat pengunjung dengan ditambah aula dan fasilitas penunjang sarana prasarana dapat menjadi alternatif PAD dengan memberlakukan tiket masuk, parkir, promosi wisata sejarah purbakala.

“Hal ini baik dan harapan bapak sudah tepat dengan begitu dapat membuka lapang pekerjaan baru kepada masyarakat dan khalayak ramai dapat mengetahui ada situs purbakala yang sangat mengedukasi yang tak hanya teori dialektika saja dibangku sekolah,”

Baca Juga:  UIN Raden Intan Lampung Tambah Kuota Bidik Misi Hingga 398 Orang

“Akan tetapi semua dapat berjalan apabila saran prasarana dibuat lebih menarik seperti ada taman beraneka ragam hayati apalagi didukung alam yang sangat indah disini jelas sangat dapat menjadi alternatif baru bagi Pendapat anggaran daerah (PAD),” ucap Eri.

Haroni juga berharap dengan kunjungan mahasiswa KKN RN UIN Raden Intan Lampung, yang diinisiatori Ahmadi selaku Pj Pekon Gunung Meraksa dan Pj Pekon Batu Bedil, dapat menjadikan apa yang diharapkan tercapai melalui audiensi mahasiswa kepemerintah daerah.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top