Iklan
Modus

Buruh Bumi Ratu Nuban Didakwa 5 Tahun Penjara

Sidang kasus bentrok di Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Banda Lampung/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Peristiwa bentrok di Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, pada September 2018 lalu, kembali berlanjut proses persidangannya.

Kali ini, menghadirkan Mando Ruben Nainggolan sebagai terdakwa, yang didakwa telah menganiaya Mody Erent Palapa, menantu dari Sukarji, pelaku pembunuhan Alwi, yang hilang nyawa lantaran perkara ganti oli.

Dalam peristiwa yang berkembang menjadi bentrok antar kampung tersebut, terdakwa bersama Ijul yang kini berstatus buronan pihak kepolisian, bersama-sama mengeroyok korban dengan tangan dan batu.

Hal itu menyebabkan korban mengalami luka robek di kepala bagian kiri, sehingga korban harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga:  Pelaku Bentrok Bumi Ratu Nuban, Mando Ruben Nainggolan Divonis 22 Bulan

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Surono kali ini, turut pula menghadirkan empat orang saksi dan termasuk didalamnya adalah saksi korban Mody Erent Palapa, yang membenarkan bahwa  dirinya dianiaya oleh terdakwa dan rekan – rekannya disebabkan oleh konflik antar kampung yang menyebab akibat kematian Alwi di tangan mertuanya.

Oleh karena perbuatan terdakwa tersebut, Jaksa dari Kejari Gunung Sugih, menjeratnya dengan mengenakan pasal 170 ayat 1 KUHPidana  tentang penganiayaan secara bersama-sama dan pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, junto pasal 351 ayat 1 KUHPidana, tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top