Modus

Buron 7 Tahun, Pelaku Pembunuhan Perangkat Desa Akhirnya Dibekuk Polisi

Polres Kebumen amankan YT, pelaku pembunuhan/MAS

KEBUMEN — Sempat buron dari tahun 2014, tersangka inisial YT (53) warga Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kebumen, akhirnya berhasil diringkus polisi.

Tersangka YT menghilang bak ditelan bumi setelah melakukan penganiayaan terhadap korban Harjo Wintono (63) perangkat desa setempat hingga meninggal dunia enam tahun silam dengan cara yang sadis.

Korban menderita luka menganga di bagian perut setelah ditusuk bertubi-tubi oleh tersangka karena kekesalan tak berujung jalan kesepakatan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat press rilis didampingi Kapolsek Petanahan AKP Masngudin mengungkapkan, penganiayaan dilakukan pada hari Jumat 28 November 2014 silam.

Kepada penyidik, tersangka mengaku kesal dengan korban karena menyiram bibit tanaman pepayanya dengan racun rumput sehingga mati dan mengering.

Baca Juga:  Mantan Kalapas Kalianda Divonis 15 tahun, Muchlis Adjie Ajukan Banding

Selanjutnya, dendam semakin mendalam karena korban yang juga ketua RT tidak mendata tersangka untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

“Karena kekesalan yang memuncak itu, tanpa ada komunikasi, tersangka mengambil pisau dan menikam korban pada bagian perut. Pada saat itu korban sempat menjalani perawatan medis, namun akhirnya meninggal dunia,” jelas AKBP Rudy, Rabu (13/5).

Tersangka yang panik melarikan diri ke Sumatera, sedangkan barang bukti pisau yang digunakan untuk membunuh korban yang tidak lain adalah adik sepupunya itu dibuang di Selat Sunda Merak.

Dalam pelariannya tersangka mengaku sering dihantui bayangan korban. Selama 6 tahun menghilang dari kejaran petugas, tersangka selalu berpindah.

Terakhir menetap cukup lama di Jakarta dan bekerja sebagai kuli bangunan di sana. Namun karena situasi Corona, tersangka diberhentikan dari pekerjaannya memutuskan pulang ke Kebumen.

Baca Juga:  Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti Perkara Januari hingga Agustus 2019

Pelariannya dirasa aman, dan menganggap kasusnya telah dihentikan oleh Polres Kebumen, tersangka tanpa rasa berdosa nekat nongkrong di warung kopi di daerah Kecamatan  Puring Kebumen.

Selanjutnya tersangka berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Petanahan pada hari Kamis (7/5) sekira pukul 01.30 Wib di sebuah rumah tua di Desa Munggu Kecamatan Petanahan.

“Saya mengira kasusnya sudah selesai karena sudah lama. Saya lari karena takut ditangkap,” kata tersangka YT.

Karena perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 355 Ayat (2) KUH Pidana tentang penganiayaan berat yang menyebabkan matinya korban dan atau Pasal 351 Ayat (3) KUH Pidana tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun kurungan.(Mahestya Andi)

Baca Juga:  Terbukti Korupsi, Dua Pegawai SMPN 24 Bandar Lampung di Vonis Kurungan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top