Modus

Buron 10 Hari, Pembunuh Dua Agen Sapi Ditangkap di Bangka Belitung

Mulyanto, pelaku pembunuhan dua agen sapi, di Lampung Tengah/Net

BANDAR LAMPUNG – Setelah buron selama 10 hari, pelarian Mulyanto, akhirnya terhenti. Pelaku pembunuhan sadis dua orang rekan kerjanya sesama belantik atau makelar/agen sapi dengan cara mencampur racun tikus didalam kopi dan membuang keduanya ke sungai  yang berada di Desa Bumi Rahayu, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, di ringkus di Bangka Belitung oleh Tim Tekab 308 Polres Lampung Tengah.

Usai di lakukan penangkapan, petugas langsung membawa tersangka ke Lampung guna dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan pengakuan tersangka, terungkap bahwa dua korbannya memiliki hutang dengan dirinya sebesar Rp5 juta, namun setiap kali ditagih keduanya beralasan tidak punya uang. Dirinya yang gelap mata akhirnya merencanakan pembunuhan kepada keduanya.

Baca Juga:  5 Pembunuh Caleg PAN masih Buron

Adapun cara membunuh para korbannya, dirinya yang telah menyiapkan seluruh alat yang akan dijadikan perantara menghabisi nyawa keduanya menawarkan kopi yang akan dicampur racun tikus. \

Setelah keduanya berminat, barulah pelaku melakukan aksi yang telah direncanakan, ketika kedua korban tidak sadarkan diri, pelaku langsung memukul kedua korban menggunakan linggis hingga korban tidak bernyawa.

Setelah korban meninggal, pelaku langsung membawa kedua korban ke sungai yang berada di Desa Bumi Rahayu, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, dan jasad korban atas nama Sodik diikat di akar pohon di Sungai Way Punggur, serta jasad Sukirno ditimbun di dalam lumpur.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Yuda Wira Negara, mengatakan, dari penangkapan tersangka Mulyanto, petugas belum mengarah tentang akan adanya kemungkinan tersangka lain.

Baca Juga:  Pembunuh Caleg PAN Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

“Hingga kini berdasarkan pemeriksaan, tersangka baru satu orang,” jelas AKP Yuda Wira Negara, kemarin.

Atas perbuatannya tersangka terancam hukuman mati  dengan dijerat pasal 338 tentang pembunuhan berencana.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top