Daerah

Bupati Way Kanan Mulai Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Secara Bertahap

Ist

WAYKANAN – Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya, menyerahkan bantuan beras untuk 1100 warga di empat kampung yang terkena banjir di Kecamatan Negeri besar. Bantuan ini di serahkan di aula Kecamatan setempat, Sabtu (3/3).

“Kita serahkan bantuan beras di kecamatan Negeri besar sebanyak 1100 warga di empat Kampung,” ujar Raden Adipati Surya.

Menurutnya, bantuan yang diserahkan ini baru berupa beras, sedangkan bantuan lainnya seperti selimut, mie instan, dan lainnya akan menyusul.

Bencana banjir yang terjadi pada tahun 2018 ini lebih besar di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain curah hujan yang tidak menentu, dan deras inj yang mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan mengakibatkan banjir dimana-mana.

Dari keterangan Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan di Provinsi Lampung masih tinggi dan sampai akhir bulan Mei 2018 mendatang.

“Kita harus waspada semua khususnya masyrakat yang tinggal di pinggiran sungai, dan perbukitan agar kiranya harus tetap waspda dan berhati-hati,” katanya.

Baca Juga:  4 Unsur Pimpinan DPRD Lamsel Disumpah

Curah hujan yang di perkiran sampai akhir bulan Mei 2018 mendatang, ini berarti masih ada banyak bencana susulan khususnya banjir, tanah longsor dan lainnya.

Dengan masih banyaknya bencana susulan yang akan mungkin terjadi, Pemerintah Kabupaten Waykanan bersama dengan seluruh jajaran dan intansi yang terkaid untuk selalu berkordinasi bila terjadi bencana susulan.

Khususnya bagi BNPB agar selalu bisa memberikan informasi terkini tentang bencana yabg terjadi.

Selain BPBD, Dinas Sosial juga telah di persiapkan bila terjadi bencana susulan seperti beras, makanan siap saji, mie instan, selimut dan lainnya. Sedangkan Dinas Kesehatan juga menyiapkan tenaga medis dan posko kesehatan yang telah di siapkan.

“Semuanya harus waspada, masyarakat juga harus waspada,” jelasnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini di di sejumlah kaamlung masih terendam banjir bahkan sampai ada yang sampai 1- 1.5 meter ketinggian airnya.

Baca Juga:  Bersama Warga, Koramil 01 Purworejo Gotong Royong Bangun Halaman Masjid

Adipati mengharapkan, semu masyarakat harus selalalu waspada dan segera mengungso ke tempat dataran tinggi bila terjadi banjir susulan.

Di tempat terpisah, Rudi Haryanto Kasi data dan Informasi BMKG Lampung mengatakan, intensitas curah hujan di bulan Maret 2018 ini masih tinggi dari siang sampai dini hari.

Tinggi air hujan pada bulan Maret yaitu 200-400 milimeter per bulan, ini yang menandakan curah hujan di seluruh Kabupaten/Kota Se Provinsi Lampung masih tinggi dan di perkiran terjadinya bencana susulan masih kemungkinan terjadi.

Sedangkan di Bulan April daerah Bagian Timur dan Selatan yaitu, Lampung Selatan, Bandar Lampung, Lampung Timur, Metro, Pesawaran Pringsewu, Tanggamus (Sebagian red) curah hujan sudah mulai berkurang dan daerah bagian Barat dan Utara yaitu Lampung Tengah, Lampung Utara, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Mesuji, Waykanan, pesisir Barat, Lampung Barat, Tanggamus (sebagian red) masih tinggi curah hujan masih tinggi.

Baca Juga:  Raden Adipati Sebut Peternakan Berperan dalam Penanggulangan Kemiskinan  

“Curah hujan masih tinggi di bulan Maret jadi, warga lampung di minta waspada terhadap bencana yang kemungkinan terjadi,” ujar Rudi.

Daerah-daerah yang memilik bencana tinggi seperti longsor dan banjir harus tetap waspada dan berhati-hati agar tidak terjadi apa-apa dan untuk warga bila terjadi bencana agar dapat memberikan informasi kepada Pemerintah Setempat untuk mendapatkan pertolongan pada bencana.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top