Modus

Bupati Loekman Djoyosoemarto Diperiksa, KPK Dalami Kasus Korupsi di Mesuji  

Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto/Net

BANDAR LAMPUNG – Dalami kasus dugaan suap pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2018, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), memanggil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, guna pemeriksaan sebagai saksi, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/5).

Selain Loekman Djoyosoemarto, Wakil Bupati Kabupaten Mesuji H. Saply TH dan Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrullah, juga ikut dalam pemeriksaan tersebut.

“Mereka saksi untuk tersangka Khamami (Bupati non aktif Mesuji), terkait korupsi suap pembangunan proyek infrastruktur,” kata Juru Bicara LPK Febri Diansyah.

Sebelumnya, sudah hampir satu Minggu, penyidik KPK telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus korupsi di Pemkab Mesuji. Tak hanya itu, total hampir 50 orang saksi dari unsur swasta hingga PNS yang telah diperiksa.

Penyidikan yang bertempat di Mapolresta Bandar Lampung itu, turut dibenarkan oleh salah satu penyidik KPK.

“Iya, ini masih seputar masalah Bupati non aktif Mesuji Khamami,” ungkap penyidik KPK yang enggan menyebutkan nama, Rabu (15/5) kemarin.

Baca Juga:  Emak-emak Dagang Sabu Demi Anak

Ia pun mengakui, sudah satu Minggu, memeriksa sejumlah saksi di Mapolresta Bandar Lampung

“Mereka dari unsur PNS dan Swasta,” kata pria paruh baya ini.

Sementara itu, salah satu saksi yang diperiksa KPK hari ini Rabu (15/5), Andhika, saat dijumpai, mengaku, pemilik CV Putra Sejahtera, dan nama perusahaannya di pinjam oleh Mai Darmawan pedagang bakso yang merupakan orang kepercayaan Taufiq Hidayat, salah satu tersangka dan adik kandung  Khamami.

“Saya cuma diperiksa aja, bener CV saya dipinjam sama dia (Mai Darmawan),” tukasnya.

Ia juga mengaku diberikan uang senilai Rp15 juta agar CV Putra Sejahtera bisa pinjam oleh Mei Darmawan.

“Dikasih duit, ya saya mau,” cetusnya.

Seperti diketahui, KPK juga telah menetapkan empat tersangka lainnya dalam kasus itu, yakni Taufik Hidayat (TH) dari unsur swasta yang juga adik Bupati Mesuji, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) Wawan Suhendra (WS), pemilik PT Jasa Promix Nusantara, dan PT Secillia Putri Sibron Azis (SA) serta satu orang pihak swasta bernama Kardinal (K).

Baca Juga:  Modus Pengobatan Gratis Oknum Tim Medis Diamankan Aparat  

Untuk Sibron Azis dan Kardinal saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Klas IA Tanjungkarang, Lampung.

Dalam perkara ini, Bupati Mesuji Khamami diduga menerima suap senilai total Rp1,58 miliar selaku “fee” proyek sebesar 12 persen dari total nilai proyek yang diminta Sibron Azis melalui Wawan Suhendra.

Suap tersebut merupakan pembayaran “fee” atas 4 proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh 2 perusahaan milik Sibron yaitu pertama proyek yang bersumber dari APBD 2018 dikerjakan oleh PT Jasa Promix Nusantara (JPN)) berupa pengadaan base dengan nilai kontrak senilai sekitar Rp9,2 miliar.

Kedua, tiga proyek yang bersumber dari APBD-Perubahan 2018 yaitu satu proyek dikerjakan PT JPN yaitu pengadaan bahan material ruas Brabasan-Mekarsari sebesar Rp3,75 miliar dan dua proyek dikerjakan PT Secilia Putri (SP) yaitu pengadan base Labuhan Mulya-Labuhan Baru-Labuhan Batin sebesar Rp1,48 miliar dan pengadan bahan material penambangan kanan-kiri (segitiga emas-muara tenang) senilai Rp1,23 miliar.

Baca Juga:  Mahasiswa Gelar Aksi Kerokan, Sindir Bawaslu Lampung ‘Masuk Angin’

Pemberian suap diserahkan secara bertahap yaitu pada 28 Mei 2018 sebagai tanda tangan kontrak diterima pemberian sebesar Rp200 juta dan 6 Agustus 2018 diterima sebesar Rp100 juta serta pada 23 Januari 2019 diserahkan Rp1,28 miliar

Sementara itu, dalam perkara dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun 2018, KPK turut memeriksa Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung Tengah Indra Jaya dan Ketua Fraksi Golkar DPRD Lampung Tengah Roni Ahwandi. Diagendakan pemeriksaan dua orang saksi di Kantor KPK di Jakarta untuk tersangka AJS.(TS/DEt/Net)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top