Bandar Lampung

Buntut Istilah Pengusaha Nakal, Ketua Pencak Suci Lampung Minta Menteri Investasi Sampaikan Permohonan Maaf

Ketua Pencak Suci Lampung, Khaidi Syafutra/Istimewa

Suluh.co – Ketua Pencak Suci Lampung, Khaidi Syafutra, menyayangkan ungkapan Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, yang menyebut ‘pencak silat’ atau ‘kungfu’ dengan istilah pengusaha nakal.

“Saya meminta Pak Bahlil mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada warga pencak silat,” tegas Khaidi Syafutra, Jumat (13/8).

Krop Pelatih IPSI Lampung itu menambahkan, Bahlil sebagai seorang menteri seharusnya tidak merendahkan pencak silat yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia.

Selain itu pencak silat juga merupakan olahraga yang sudah mampu mengangkat nama bangsa dan negara dengan merebut 14 medali emas pada Asian Games 2018.

“Hal ini sudah ramai di media sosial, terutama di grup insan pencak silat yang mengecam pernyataan yang menyamakan pencak silat dengan pengusaha nakal, dan mereka marah,” tegasnya.

Baca Juga:  UIN Raden Intan Juara 2 di Ajang Pencak Silat 2018

Sebelumnya, dilansir detik.com, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan diluncurkan sistem perizinan online terpadu atau Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko oleh Presiden Joko Widodo,  untuk tujuan salah satunya meningkatkan transparansi perizinan.

Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa dengan adanya OSS maka para pengusaha nakal, yang diistilahkan Bahlil tukang ‘pencak silat’ atau ‘kungfu’ tidak bisa lagi bermain-main.

“Jadi (OSS) ini memudahkan betul, tidak perlu lagi ketemu-ketemu pejabat terlalu banyak selama dia benar, jangan pengusaha pencak silat. Kalau pengusaha pencak silat, kungfunya banyak pasti harus ketemu karena harus luruskan kungfu-kungfunya itu,” kata Bahlil dalam webinar, Kamis (12/8)

 

Reporter : SUL/DET

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top