Modus

Buka Praktik Aborsi, Nenek 71 Tahun Ini Masuk Bui

Mbak Sempok, di Mapolresta Bandar Lampung/BO

BANDAR LAMPUNG – Prihatin, kata itu yang keluar ketika melihat sosok Mbak Sempok. Diusainya hampir satu abad, seharusnya menjadi  panutan untuk orang tua dan anak. Namun wanita 71 tahun warga Jalan Imam Bonjol, Gang Sejahtera, Kemiling ini, harus merasakan dinginnya lantai penjara.

Ia dibawa Polresta Bandar Lampung dari kediamannya, Jumat (4/5) lalu, karena melakukan kegiatan aborsi yang dilakoninya selama 3 tahun belakangan.

Awal mula pekerjaan itu dilakukannya usai menerima bisikan atau wangsit. Bahwa dua belah keris yang disimpan di dalam rumah dapat digunakan untuk menggugurkan kandungan. Sekali beraksi, nenek ini dapat meraup uang tunai Rp1,5 sampai Rp2 juta.

Baca Juga:  Wagub Lampung Chusnunia Chalim Diperiksa KPK Dalam Kasus Korupsi Lamteng

“Rata-rata pasien saya adalah remaja, para mahasiswa. Saya hanya mau melayani  yang usia kandungan baru 2 bulan ke bawah,” cerita dia di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (8/5) siang.

Sementara, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengungkapkan, perbuatan tersebut tenar di kalangan masyarakat berdasarkan informasi dari mulut ke mulut.

“Kalau sebenarnya mbah ini hanya membuka pijat dan pengobatan alternatif. Namun terselubung kegiatan aborsi ini,” terangnya.

Atas perbuatan nenek Sempok, petugas kepolisian memprasangkakan Pasal 194 Jo Pasal 75 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Barang bukti yang diamankan adalah 3 buah sarung, 2 bilah keris, 1 bilah besi, 1 batang ranting pohon, tablet penggugur kandungan, dan pakaian dalam dengan bercak darah.(BO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top