Ekonomi

Budidaya Porang Auto Kaya, Omset Hingga Rp500 Juta Per Tahun

Aan Hardianto, petani porang di Kabupaten Pesawaran/DEN

Suluh.co – Budidaya tanaman porang ternyata sudah menjalar ke Pesawaran. Umbi-umbian dengan nama latin amorphophallus muelleri ini telah diterapkan oleh petani di sana sejak 2019 lalu, dan, memiliki nilai jual yang cukup tinggi yaitu Rp500 juta dari panen setiap hektarenya.

Untuk itu, diharapkan pemerintah turut membantu petani dalam pengembangan tanaman sebagai bahan baku makanan pokok hingga kosmetik tersebut.

Salah satunya, Aan Hardianto (33 Tahun), warga Dusun 10, Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, hanya bermodalkan bibit porang liar di hutan, kini justru menjadi petani pertama, yang melakukan budidaya tanaman berkualitas impor ,

Dalam perjalanannya bertani porang sejak 2019 hingga kini, pria paruh baya ini mengaku, bahwa tanaman porang merupakan salah satu pilihan untuk meningkatkan ekonomi petani.

Baca Juga:  Lampung Sentra Budidaya Kuda Laut Nasional

Pasalnya, masa panennya yang hanya satu kali dalam satu tahun, dan lahan satu hectare bisa menghasilkan 40 ton porang, dengan harga jual mencapai Rp12 ribu/kg hingga Rp15 ribu.

Sedangkan, bila terjual terpisah, pubil (mata daun) pada Porang bisa mencapai Rp300 ribu/kg dengan pendapatan mencapai Rp500 juta/tahun.

Dikarenakan pada umbi tanaman porang, banyak kandungan zat yang menjadi kebutuhan dan sarana produksi, tanaman porang dapat di olah sebagai bahan baku produk pangan, seperti mie instan, tahu, bakso, bahkan terdapat sebuah perusahaan memproduksi porang sebagai bahan utama beras,

“Selain umbinya, pada porang terdapat, pubill (mata daun) yang tumbuh pada tanaman porang, merupakan tunas yang tumbuh pada sela tangkai yang digunakan untuk proses pembibitan kembali,  justru memiliki harga fantastis,” ujar Aan Hardianto, saat ditemui Selasa (16/2).

Baca Juga:  BPN Bagikan 1200 PTSL Untuk Warga Desa Sukaraja

Ia berharap, Pemkab Pesawaran, melalui dinas pertanian, dapat memberi solusi dan membantu para petani, mewujudkan Pesawaran menjadi sentra penghasil porang, walau harus tetap mengikuti prokes menjalani aktifitas dimasa pandemi Covid-19 saat ini.

 

Reporter : Deni Wahyu

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top