Iklan
Daerah

BPN Pesawaran Rampungkan Penyerahan Sertifikat di Bulan Oktober

Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pesawaran/MH

GEDONG TATAAN – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pesawaran, menargetkan penyerahan sertifikat kepada masyarakat pada bulan Oktober 2018 mendatang sudah selesai.

“Untuk saat ini pembuatan tahapan pembuatan sertifikat sudah proses pengukuran, diantara nya Kecamatan Gedongtataan dan Negrikaton, serta kecamatan Tegineneng dan Kedondong,” ujar Kepala BPN Pesawaran, Nurus Solichin, melalui Candra, Kasi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan (PMPP).

Katanya, sesuai dengan program presiden, Target Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), sampai dengan tahun 2025 mendatang.

“Kalau ada masyarakat yang akan membuat sertifikat namun terkendala oleh KTP,  silakan mengurus ke dinas kependudukan catatan sipil,  minta surat keterangan, KTP lama juga bisa yang penting NIK nya sudah terdaftar,” tambahnya.

Dirinya juga mengimbau, masyarakat yang mempunyai tanah agar segera mengumpulkan data kepemilikan tanah kepada perangkat desa masing-masing untuk membuat sertifikat. Pasalnya, pada tahun 2018 ini tahapan untuk pembuatan sertifikat baru mencapai 15 persen, dari target 19200 bidang.

Baca Juga:  BPN Pesawaran Minta Warga Dukung Program Tanah Sistematis Lengkap

“Kami mengimbau kepada warga yang mempunyai tanah,  agar dapat menghubungi perangkat desa setempat untuk dibuatkan sertifikat tanahnya,” paparnya.

Terkait dengan biaya, sesuai surat keputusan bersama 3 menteri yang dilanjutkan dengan peraturan Bupati Pesawaran nomor 51 tahun 2017, hanya dikenakan biaya Rp200 ribu. Adapun peruntukannya, untuk pembuatan surat yang dikelola oleh panitia desa, pembuatan 3 buah patok tanda batas, fotocopy pengumpulan berkas, 1 buah materai dan akomodasi petugas di desa (pokmas) karena tidak dibiayai APBN.

“Namun itu semua tergantung dari kesepakatan antara warga dengan perangkat desa, karena di lapangan terkadang menggunakan lebih dari tiga patok yang digunakan, saya berharap perangkat desa agar membuat peraturan desa untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak di inginkan,” katanya.

Baca Juga:  Tercatat Sudah 28 Kasus DBD di Lampung Barat, Warga Diminta PSN

Dia juga menjelaskan, kecamatan yang menjadi target PTSL diantaranya, Desa Kejadian, Gedung menanti Kecamatan Tegineneng, Desa Sukamaju, Pesawaran, Kedondong Kecamatan Kedondong,  Desa pampangan, Cipadang, Sukadadi,  Sukaraja, Kutoarjo dan wiyono Kecamatan Gedongtataan.

“Untuk wilayah Negrikaton di Desa Kalirejo, Purworejo, Pujorahayu, Poncokresno, dan Desa Karangrejo,” ujarnya.

Candra juga menambahkan Ada juga yang dinamakan PTSL sertifikasi Pertanian diantara Desa Gunung sari, Tanjungrejo, Tanjungkerta, Mada Kecamatan Way khilau, selain pertanian ada juga yang dinamakan PTSL perikanan, seperti di Desa Taman sari, Kecamatan Gedongtataan, dan Desa Gunungsari, Tanjungrejo Kecamatan Way Khilau, begitu juga di Desa Kertasana, Madajaya Kecamatan Kedondong, Sukajaya Lempasing dan Margomulyo Tegineneng.

“Sedangkan Untuk Desa Negrisakti Kecamatan Gedongtataan masuk dalam Sertifikasi UKM.

Baca Juga:  Pembangunan SPAM Pekon Patoman Mangkrak

Selain itu kegiatan PTSL ini menjadi prioritas dari presiden yang dibuktikan dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2018,” pungkasnya.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top