Modus

BNNP Lampung Amankan Sabu-sabu Seberat 3,2 Kilogram, Satu Tewas Tertembak

BNNP Lampung, saat menggelar jumpa pers perihal ungkap kasus tiga jaringan narkotika/TS/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung berhasil mengungkap tiga jaringan narkotika sekaligus dalam dua pekan. Satu dari tersangka penyalahguna narkotika yang diamankan meninggal dunia setelah ditembus timah panas petugas karena melakukan perlawanan.

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga, menjelaskan, dari tiga jaringan itu, total tersangka yang diamankan berjumlah tujuh orang. Dengan total barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 3,2 kilogram.

Menurut Kepala BNNP Lampung, dua dari tiga jaringan tersebut memiliki modus pemasokan sabu-sabu terbaru. Sebelumnya, pasokan sabu berasal dari Provinsi Aceh menuju Lampung. Kini dipasok dari Pulau Jawa menuju Lampung.

“Terjadi perubahan pola pengiriman. Dulu dari atas (Aceh) ke bawah (Lampung). Sekarang dari Pulau Jawa ke Lampung. Perubahan ini kita duga karena adanya perketatan pengawasan dari atas. Ini termasuk modus baru,” ujar dia saat menggelar ekspos di Kantor BNNP Lampung, Senin (15/10).

Baca Juga:  Perhutanan Sosial Wujudkan Implementasi Nawacita

Para tersangka dari jaringan modus terbaru itu, lanjut dia, merupakan seorang wanita berinisial AN asal Bogor. Membawa narkotika sebanyak 500 gram dengan menumpang di Bus untuk diedarkan di Lampung.

Sesampainya di Lampung, tersangka lainnya berinisial AD turut membantu untuk menuntun AN karena tidak mengetahui seluk beluk Lampung.

Selain AN dan AD, petugas BNN kemudian turut mengamankan dua pria berinisial F serta HS yang diduga penerima barang haram tersebut. Keempatnya dibekuk di Jalan Gatot Subroto, Sabtu (29/9) pukul 04.30 WIB.

“Kedua pria melakukan perlawanan dan kita lakukan tindakan tegas. Ini merupakan jaringan pertama yang kita ungkap,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Kepala BNNP, jaringan yang memiliki modus pasokan baru diungkap di Fly Over Way Halim, Kamis (11/10) pukul 02.30 WIB. Dua pria berinisial RH dan DA mencoba menabrakkan sepeda motor yang dikendarai ke petugas BNN saat hendak akan dibekuk. RH meninggal dunia di tempat setelah dilakukan tindakan tegas, sementara DA ditembak di bagian kaki. Dari keduanya ditemukan dua kilogram sabu-sabu asal Pulau Jawa.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Smep Merasa Dibohongi Pemkot

“Petugas kami ditabrak, walau sudah dilakukan tembakan peringatan. Namun tetap melawan, kemudian kita tindak tegas. Saat hendak akan dibawa ke rumah sakit, tersangka berinisial RH meninggal di tempat,” ujarnya.

“Sabu ini kita duga berasal dari Jakarta Barat, diselundupkan menggunakan bus,” timpalnya.

Untuk jaringan lainnya, petugas BNN mengamankan pria berinisial HS dengan barang bukti sabu-sabu seberat 700 gram di seputaran Jalan Cut Nyak Dien, Senin (8/10) pukul 14.00 WIB.

Petugas BNN pun turut melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki HS.

Sementara itu, AD dan AN, kedua wanita yang diamankan petugas BNN mengaku terpaksa melakukan pekerjaan terlarang itu karena himpitan ekonomi. AN yang belakangan kehilangan pekerjaan, memilih sebagai kurir narkotika.

Baca Juga:  Mantan Mahasiswi Raup 3 Miliar Lebih Dari Investasi Bodong

Keduanya pun dulu mengaku kerap melakukan pesta sabu-sabu. Dan telah dijalani selama satu tahun.

“Diimingi upah puluhan juta. Untuk pengiriman 500 gram ini, saya dikasih uang jalan Rp 500 ribu,” ucap AN, wanita berambut pendek ini.

Sementara AD, mengaku mengamini permintaan AN lantaran memiliki hubungan pertemanan. “Namanya juga teman. Minta tolong, ya dibantu. Tapi ya akhirnya begini,” ungkapnya.(TS/KTs)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top