Ekonomi

Blok Rokan Kembali Dikelola Pertamina, Aktivis 98 Muzzamil Sebut Kado Istimewa HUT ke-76 RI

Seremoni Serah Terima Alih Kelola Wilayah Kerja Rokan, Riau, dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), oleh Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno ke Dirut PHR Jaffee Suardin Arizona, bersama Dirut Pertamina Hulu Energi Budiman Parhusip, Presdir CPI Albert BM Simanjuntak, dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Minggu (8/8/2021). Insert: aktivis 98, Ketua Badan Pekerja CeDPPIS, Muzzamil. | Inshot/Pertamina/dokpri Muzzamil

Suluh.co — Aktivis 98 asal Lampung, Muzzamil, larut bergempita menyambut resminya proses alih kelola blok minyak terbesar kedua di Indonesia, Blok Rokan, kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Muzzamil menyebut capaian pemerintah Kabinet Indonesia Maju dibawah duet kepemimpinan partisipatif-teknokratik Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin melalui PT Pertamina (Persero) Tbk mengambil alih kembali hak pengelolaan Wilayah Kerja Blok Rokan ini sebagai “kado istimewa”.

“Usai berdebar turut menanti rilis resmi sejak Minggu dini hari (8/8/2021), pucuk dicinta ulam pun tiba. Rilis Pertamina hari ini amat melegakan, bangga sebagai warga bangsa demi mengetahuinya. Betapa tidak, ditengah duka pandemi. Buat saya, ini picu adrenalin patriotisme bagi seluruh rakyat Indonesia, sekaligus kado istimewa HUT ke-76 Republik Indonesia,” keterangan tertulis Muzzamil di Bandarlampung, Senin (9/8/2021).

“Terima kasih Presiden Jokowi, terima kasih Pertamina. Teruslah bekerja, dalam senyap sekalipun. Pegang teguh Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945,” takzim Ketua Dewan Pengarah Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Lampung, pengurus Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung, serta pegiat Forum Alumni Nusantara, dan Alumni Untuk Indonesia ini.

Ketua Badan Pekerja Center for Democracy and Participative Policy Initiatives Studies (CeDPPIS) itu berpesan, ke depan hasil nyata pengelolaan Blok Rokan yang membentang di Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir, Riau, harus diabdikan penuh untuk kepentingan kemandirian dan kedaulatan bangsa-negara di sektor energi, untuk memajukan kesejahteraan umum, dan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Hidup Rakyat!” seru dia.

Baca Juga:  Desa Kalimiru Tingkatkan Kualitas Petani di Masa Pandemi

Sebagai informasi, Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memulai sejarah baru resmi mengelola Blok Rokan ditandai Seremoni Serah Terima Alih Kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan di Provinsi Riau dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT PHR, pada Minggu (8/8/2021).

Dibawah pandu ketat protokol kesehatan cegah kendali COVID-19, proses seremoni alih kelola dilakukan simbolis oleh Deputi Operasi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Julius Wiratno pada Direktur Utama (Dirut) PT PHR Jaffee Suardin Arizona.

Membersamai, Dirut Pertamina Hulu Energi Budiman Parhusip, Presiden Direktur PT CPI Albert BM Simanjuntak, dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

Dirut Nicke Widyawati menyebut komitmen Pertamina mempertahankan produksi pasca alih kelola dengan melakukan pengeboran yang telah ditetapkan kurun Agustus hingga Desember 2021, setotal 161 sumur. “Terdiri dari 84 sumur baru, 77 sumur eks Chevron. Pada 2022 direncanakan akan ada tambahan kurang lebih sebanyak 500 sumur,” ujarnyi disitat dari siaran pers korporasi, diakses di Bandarlampung, Senin.

Pertamina kata Nicke, akan melanjutkan program yang telah berjalan sejauh ini, termasuk Enhanced Oil Recovery (EOR) yang telah mendukung produksi migas secara signifikan. “Pertamina telah menetapkan anggaran investasi sampai tahun 2025 lebih dari US$ 2 miliar. Mengingat, wilayah Blok Rokan juga memiliki potensi migas yang tidak konvensional dan dapat menunjang peningkatan produksi migas nasional,” papar Nicke.

Baca Juga:  OJK Lampung Bahas Isu Terkini Lembaga Jasa Keuangan

Saat ini, PHR mengelola wilayah kerja seluas 6,453 km2 dan 10 lapangan utama: Balam South, Bangko, Bekasap, Duri, Kotabatak, Minas, Pager, Pematang, Petani, Petapahan. Blok Rokan memiliki target produksi minyak 2021 sekitar 165 ribu barel per hari atau 24 persen dari produksi nasional.

Operasionalisasi Blok Rokan dipastikan tetap berjalan, sebab 291 kontrak dilakukan proses mirroring, seluruhnya telah selesai. Selain itu tegas Nicke, sebanyak 60 kontrak baru untuk kebutuhan pre-EOC telah awarded, “dengan status progres 100 persen.”

Nicke berterima kasih ke seluruh pemangku: Kementerian Ejergi Sumber Daya Mineral, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, DPR, SKK Migas, Gubernur dan masyarakat Riau, PT CPI, serta pekerja dan mitra kerja, atas segenap dukungannya sehingga proses alih kelola Blok Rokan dapat berjalan lancar.

“Mari kita teruskan perjuangan ini demi Indonesia. Semoga, kerja sama dan silaturahmi yang sudah terjalin baik selama ini akan terus berlanjut hingga di masa akan datang. Kami meyakini dengan semangat sinergi dan kolaborasi, semua tantangan dapat ditaklukkan. Sehingga Blok Rokan yang diamanahkan kepada Pertamina dapat dikelola dengan baik secara optimal demi ketahanan energi bagi negeri kita tercinta ini,” kalimatnyi sungguh impresif.

Terpisah, Nicke juga tak dapat menutupi rasa gembira sekaligus mengapresiasi semangat SUMATERA, yakni akronim dari Sustainable, Massif, to grow, Efektif, Handal, dan Agresif, usungan PT Pertamina Hulu Rokan dalam menjalankan kegiatan bisnis operasinya.

“Saya senang sekali tadi Pak Jaffee (Dirut PHR Jaffee Arizon Suardin) menyampaikan singkatan dari SUMATERA yaitu Sustainable, Massif, to grow, Efektif, Handal, dan Agresif,” takjub ia, berpidato virtual dari tempat tugas di Jakarta, pada Town Hall Meeting (THM) “Alih Kelola Wilayah Kerja Rokan”, Senin.

Baca Juga:  PLN Pastikan Kondisi Kelistrikan Lampung Aman

Menurutnyi itu dirasa tepat untuk semangat kebersamaan dan soliditas, mengingat target kerja PHR kedepan terbilang menantang.

“Kita bakar semangat, karena kita sekarang adalah bagian dari BUMN. Dan BUMN adalah untuk mendukung ketahanan, kemandirian, dan kemandirian energi sesuai dengan yang diamanahkan dalam Undang-Undang BUMN,” lugas Nicke sarat optimisme.

Sebelumnya di acara itu, Jaffee bilang, selain mengimplementasikan nilai-nilai AKHLAK, PHR juga menerapkan semangat SUMATERA dalam kegiatan operasi perusahaan. Perinci: “SUstainable”, PHR akan berupaya maksimal meningkatkan produksi migas, berkelanjutan dengan tetap menerapkan cara-cara sesuai prosedur, tidak abai aspek safety, lingkungan, dan masyarakat sekitar area operasi.

Kedua “MAsif”, bersama-sama berkolaborasi, mengembangkan Blok Rokan secara besar untuk mencapai tujuan menggunakan semua kompetensi keseluruhan. “To grow”, meningkatkan produksi dan pendapatan bisnis secara terus menerus. “Efisien” dan “Resilient”, perusahaan harus tangguh atas tantangan karena kondisi dinamis diujudkan dengan sikap pantang menyerah, dituangkan dalam ide dan kreatifitas hadapi kendala lapangan. Terakhir “Agresif”, terus jadikan diri profesional-proaktif untuk meningkatkan kinerja secara sustainable dan aman.

“Hal ini sangat kami harapkan dari Perwira Pertamina. Marilah kita tuangkan ide-ide yang cemerlang dan kita gunakan untuk membangun Blok Rokan,” pungkas Jaffee.

 

Reporter : SUL/RLS

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top