Bandar Lampung

BK DPRD Lampung Periksa 3 Anggota Komisi I Perihal Pemalsuan Tanda Tangan

Ketua BK DPRD Lampung, Abdullah Fadri Auly/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Badan Kehormatan (BK) DPRD Lampung, memeriksa tiga anggota komisi I terkait dugaan pemalsuan tandatangan Wakil Ketua DPRD, Johan Sulaiman, sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (16/10).

Ketiga anggota komisi I DPRD Lampung itu, diantaranya Apriliati dari fraksi PDIP, Suprapto dari fraksi PAN dan I Made Suarjaya dari fraksi Gerindra.

“Kita hari ini mengundang tiga orang anggota komisi I. Pertanyaan kita mengarah soal mekanisme yang dilakukan  menyangkut masalah penjaringan pimpinan calon sekdaprov Lampung,” kata Ketua BK DPRD Lampung Abdullah Fadri Auly, Selasa (16/10).

Dalam pemanggilan tersebut, ia menanyakan dasar komisi I memanggil Plt Sekda, Biro Hukum, BKD dan Inspektorat.

Baca Juga:  Syukuran Dan Pesta Rakyat, Puncak Acara HUT Lampung

“Pertanyaan kita mengarah pada apa yang menjadi dasar, apakah ada yang mengadu atau ada yang curhat baik secara langsung hadir ataupun melalui surat. Ternyata dasar mereka hanya menjalankan fungsi pengawasan. Karena informasi yang tersebar dari pemberitaan di media terkesan ada ketidakadilan. Jadi itu yang menjadi dasar pertanyaan kita,” ungkapnya.

“Kita juga menanyakan anggota komisi I, apakah sebelumnya sudah ada rapat pertama sebelum timsel. Mereka menjawab tidak ada, Tetapi mereka mendapat undangan melalui via SMS atau Wa. Misalnya Prapto mendapat SMS atau WA pada pukul 18.00 WIB  sore. Begitupun dengan Apriliati dan Made,” ungkapnya.

Setelah menggelar rapat, komisi I merasa tidak puas dengan RDP yang telah digelar bersama beberapa SKPD tersebut. Kemudian ada yang mengusulkan untuk mengundang timsel.

Baca Juga:  Wali Kota Herman HN Beri Bantuan 25 Juta Bagi Ahli Waris Petugas KPPS yang Meninggal

“Banyak yang dihadirkan bukan orang berkompeten. Karena RDP itu tidak dihadiri oleh kepala SKPD sehingga jawaban dari perwakilannya tidak tahu atau bukan kewenangan saya. Sehingga mereka merasa tidak puas dengan jawaban itu, kemudian ada yang nyeletuk mengusulkan mengundang timsel,” urainya.

“Kemudian saya menanyakan tadi, tujuan dan targetnya apa. Ini yang saya agak bingung dengan mereka, biasanya kalau ingin mengundang mitra, kita ada target yang akan kita hasilkan. Kita menanyakan apa targetnya, ternyata mereka sendiri tidak memiliki target itu. Makanya saya katakan komisi I tanpa perencanaan matang dan hanya semata-  mata menjalankan tugas,” ujar dia.

Dilain sisi, ia menyampaikan bahwa pihaknya saat ini meyerap jawaban dari pertanyaan yang telah diajukan dan untuk putusanya akan dirapatkan di BK.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top