Iklan
Ekonomi

Bisnis Fashion Dan Kuliner Lampung  Jadi Lirikan Bekraf

 

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)/Ist

BANDARLAMPUNG – Badan ekonomi kreatif (Bekraf) melihat peluang bisnis subsektor di Lampung untuk diakselerasi lewat e-commerce. Adapun subsektor bisnis yang dimaksud yaitu bisnis rias, fashion dan kuliner.

Kasubdit Ekonomi Kreatif Subsektor, Kohar menuturkan, pihaknya mencoba menerapkan teknologi enterpreneurship dengan merangkul mahasiswa. Tujuannya agar mahasiswa lebih  bisa mengakselerasi usaha mereka lewat bisnis online.

“Baik mahasisiwa yang telah memiliki produk usaha sendiri maupun yang belum memiliki usaha agar bisa terangsang memprogramkan usahanya melalui media online,” kata Kohar dalam acara Be Kraf Young Technology Enterpreneuer (BYTE) di Hotel Horison, Rabu (14/3).

“Kemudian kami juga mengajarkan mahasiswa  berjualan dengan para narasumber yang paham dan ahli dibidangnya masing-masing,” tambahnya.

Baca Juga:  Daur Ulang Pelepah Pisang di Way kanan

Kegiatan ini dilakukan beberapa kota yakni Salatiga, Bandarlampung, Denpasar. Bekraf Byte menghadirkan Abdur Rohim Boy Berawi (adeputi riset edukasi & pengembangan) sebagai keynote speaker.

Bekraf juga mengajak pembicara lain yang berkompeten di bidangnya seperti Firstman Marpaung (Aksi Nusantara), David Wijaya (MatahariMall), Mohamad Iqbal (Bandros), Prima Arya(Scoido), dan  Jimmy Bowie Soedomo (Prioritech).

Acara yang digelar selama dua hari tersebut bertujuan memberikan semangat berwirausaha bagi masyakarat dengan usia muda dan memberikan tips dan trik bagi para audience yang rata rata berasal dari kalangan mahasiswa Lampung.

Dia menjelaskan, masing-masing materi memberikan pengetahuan yang sangat bagus untuk peserta. Seperti Firstman Marpaung dari Aksi Nusantara akan mengajarkan cara membuat website secara cepat dalam waktu lima menit, namun tetap memiliki daya tarik tersendiri untuk memasarkan produk. Lalu Prima Arya yang akan mengajarkan cara berjualan melalui media sosial.

Baca Juga:  Waspadai Demam Berdarah Saat Curah Hujan Tinggi

Kemudian Jimie Bowie Soedomo mengajarkan membuat semacam prototype (sampel/ desain produk) dari sebuah produk agar tak hanya menarik tetapi juga memiliki cita rasa. Selain itu, David Wijaya dari MatahariMall.com akan memberikan tips dan trik terkait pemasaran. Selanjutnya Mohamad Iqbal dari Bandros yang akan mengajarkan mahasiswa untuk berjualan meskipun tidak memiliki modal.

“Kelimanya akan membagikan ilmu yang dimiliki untuk mengembangkan potensi  mahasiswa yang luar biasa. Mengapa mahasiswa ? Karena potensinya ada disitu. Karena yang kita lihat di mahasiswa, walaupun mereka ga punya produk, tapi mindset mereka bagaimana mereka tetap bisa menghasilkan. Kemampuan kreatifitas mereka sangat tinggi. Itu kenapa kami lebih fokuskan kepada mahasiswa,” paparnya.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top