Modus

Biro Humas Pemprov Lampung Terindikasi Gelapkan Rp4 Miliar

Penggelapan uang/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Lampung Hengki A Jazuli, mengungkapkan rasa curiganya bahwa Biro Humas Pemprov Lampung  terindikasi melakukan upaya penggelapan terkait serapan anggaran senilai Rp4 miliar tahun anggaran 2019. Tetapi, indikasi tersebut dibantah pihak terkait.

“Beredar kabar bahwa ada pemutusan kontrak kerjasama sepihak pada sejumlah media. Ini menimbulkan kecurigaan yang sangat negatif,” kata Hengki, Senin (15/7).

Informasi tersebut akan dia perjelas dengan membuka posko pengaduan untuk mengetahui berapa sesungguhnya media yang diperlakukan seperti itu sekaligus juga untuk mendata nilai anggaran kontraknya.

“Tahun ini, Humas Pemprov Lampung mendapat alokasi sekitar Rp4 miliar dari APBD 2019,” jelasnya.

Baca Juga:  Diduga Hasil Kejahatan, Aset Dinas PUPR Lampung Ditahan Polisi

Selanjutnya, dia akan membentuk tim advokasi untuk menanyakan hal ini kepada pihak Pemprov Lampung.

“Bila tak mendapat respon positif kami akan mendaftarkan gugatan ke PTUN Lampung,” tandas Hengki.

Bila terbukti bahwa Pemprov Lampung salah di mata hukum karena memutus kontrak secara sepihak, maka Tim Advokasi AWPI Lampung akan membawa persoalan ini ke tahap selanjutnya.

“Itu jadi landasan kami untuk melaporkan adanya dugaan tindak pidana terkait upaya penggelapan anggaran,” tuturnya.

Meski begitu, dia menyadari untuk melakukan tahapan-tahapan tersebut memerlukan waktu yang panjang.

“Oleh sebab itu kami meminta bantuan semua pihak. Terutama kawan-kawan yang merasa dirugikan. Demi terciptanya good governance di Lampung,” harapnya.

Baca Juga:  Remaja Spesialis Pembobol Rumah Kosong Masuk Bui

Pada sisi lain, Kabag Humas Pemrov Lampung Heriyansyah membantah adanya pemutusan kontrak sepihak tersebut. “Kata siapa? Hingga kini saya belum mendapat informasi yang jelas soal ini,” kata dia.

Heriyansyah tak begitu menanggapi soal akan adanya upaya mediasi dan jalur hukum yang akan ditempuh AWPI Lampung. “Silahkan saja, itu hak mereka. Sejauh ini kami sudah berupaya maksimal untuk mengakomodir rekan-rekan media demi terciptanya keterbukaan informasi publik,” responnya.(TIM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top