Pendapat

Bijak Dalam Bersosial Media

Oleh : Laela Nur Aziza

Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Prodi manajemen semester  2

MEDIA sosial yang sudah tidak asing lagi di telinga sejuta umat kaum milenial. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa mengetahuinya.

Banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat luas jaringan. Beda orang beda pula dalam menggunakan dan berpikiran tentang sosial media.

Banyak kalangan muda menggunakan sosial media hanya untuk bersenang – senang dan meluapkan emosi sesaatnya. Kebebasan dalam mengakses berita, meluapkan pendapat,  hingga situs – situs dewasa kini marak terjadi.

Sangat disayangkan sekali bukan ?  jika generasi penerus bangsa akan rusak dikarenakan tingkat kesadaran yang kecil dalam bijak menggunakan sosial media.

Biasanya seseorang akan menggunakan banyak sekali perangkat lunak untuk berkomunikasi bahkan berinterkasi satu dengan lainnya.

Baca Juga:  Darurat Politik Uang, KAMMI Lampung Angkat “Kartu Merah Bawaslu”

Nah, disinilah peran bijak bersosial media akan dimulai. Berita dan informasi yang beredar tidak selalunya harus ditelan mentah – mentah oleh kaum milenial.

Banyak kaum milenial mengemukakan pendapatnya yang tidak sopan hanya dengan alasan tidak menyukai suatu berita atau postingan – postingan tersebut.

Tidak banyak yang berpikir bahwa apa yang mereka tuliskan di postingan tersebut akan melukai hati sang pemilik berita tersebut.

Melalui berita dari CNN Indonesia dengan munculnya riset Microsoft yang mengukur tingkat kesopanan pengguna internet sepanjang 2020.

Hasilnya pun sangat mencengangkan Indonesia di klaim menjadi negara dengan tingkat kesopanan yang paling redah di Asia Tenggara. Dari hasil riset tersebut kemudian siapa dan pihak mana yang akan dirugikan ? tentulah negara sendiri yang terkena dampaknya.

Baca Juga:  Jelang Pergantian Tahun, Warga Umbul Harjo Titir Keliling Kampung

Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk berperilaku sopan dan bertutur kata yang baik menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia sendiri.

Masalah – masalah kecil inilah yang tidak terlihat namun dampak yang dikeluarkannya sangat besar. Menggunakan sosial media dengan tidak hati – hati akan membuat mental hingga jalan berpikir anak menjadi tidak terarah dengan baik.

Tentu hal ini akan berdampak pada pendidikan anak kelak. Hal yang sangat sering terjadi yakni jalan berpikir anak yang sempit.

Untuk itu kita perlu meningkatkan kesadaran bahwa sekarang kita hidup di era industri 4.0. Dimana teknologi akan terus berkembang dengan pesat.

Sebagai kaum milenial yang cerdas, kita diharapkan mampu untuk berfikir dan bertindak sesuai dengan etika, norma, dan sopan santun yang baik.

Baca Juga:  Ketenagakerjaan Dalam demokrasi Dan Keadilan Sosial Tinggi

Di tahun 2030 kelak akan banyak masyarakat di Indonesia dengan usia yang produktif. Sangat disayangkan apabila image negara rusak hanya karena hal kecil yang kita perbuat sendiri.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top