Iklan
Ekonomi

Bersama Polri Dan Kejari, BI Cegah Peredaran Upal

Direktur Pengelolaan Uang BI Pusat, Decymus, didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, dan Perwakilan dari Kejari, dan Polda Lampung, saat menggelar konpera usai kegiatan pelatihan “Pencegahan dan Penangan Tindak Pidana Terhadap Rupiah” kepada Aparat Penegak Hukum (Kepolisian dan Kejaksaan), yang berlangsung di Hotel Horison Bandar Lampung/HI

BANDAR LAMPUNG – Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, memberikan pelatihan “Pencegahan dan Penangan Tindak Pidana Terhadap Rupiah” kepada Aparat Penegak Hukum (Kepolisian dan Kejaksaan). Kegiatan berlangsung di Hotel Horison Bandar Lampung, Selasa (8/5).

Pelatihan diselenggarakan di 6 (enam) wilayah yaitu Semarang, Mataram, Bandar Lampung, Pontianak, Kendari dan Bandung. Peserta Pelatihan yang terdiri dari terdiri dari kanitreskrim dan penyidik Polri sedangkan dari Kejari masing-masing dua orang Jaksa Penutut Umum.

Direktur Pengelolaan Uang BI Pusat, Decymus, yang hadir di acara tersebut mengatakan, BI terus berkomitmen melindungi masyarakat terhindar mendapatkan uang rupiah palsu dan mencegah masyarakat tidak terlibat dalam tindak pidana terhadap Rupiah.

Baca Juga:  Ridho Dan Pariwisata Lampung 2017

Tujuan pelatihan pencegahan dan penangan tindak pidana terhadap rupiah adalah mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana rupiah dan keseragaman acuan dalam penyusunan dakwaan.

Pemilihan 6 (enam) wilayah didasarkan pada temuan uang Rupiah palsu yang relatif tinggi, terdapat ketidaksamaan acuan landasan hukum, perkembangan teknik pemalsuan dan jaringan uang palsu (upal).

Saat ini semua relatif mudah, murah dan cepat. Itulah dampak positif dari Kemajuan teknologi informasi. Sesorang dengan sangat leluasa mempelajari sesuatu tanpa terkendala waktu dan jarak. Dengan menekan tombol nomor pada handphone, kebutuhan/keperluan dapat terpenuhi.

Ditangan orang yang tidak bertanggung jawab, kemudahan tersebut dapat menjadi petaka bagi orang lain atau masyarakat pada umumnya, seperti uang palsu.

Baca Juga:  BNN Lampung Periksa Kanwil Kemenkumhan

“Dengan diadakannya kegiatan pelatihan ini, Kami berharap dapat membangun sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, Kejaksaan Agung dan Kepolisian dalam rangka mewujudkan mata uang Rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan NKRI” ujar Dia.

Decymus menambahkan, selain itu, kedepannya diharapkan adanya integrasi data analisis temuan UPAL yang dilakukan oleh Bank Indonesia melalui BI-CAC, dapat digunakan sebagai dasar pengungkapan kasus tindak pidana upal oleh Aparkum, sehingga peran aktif Aparkum dan BI dalam penanggulangan uang palsu kedepan dapat lebih bersinergi dan dilakukan hingga unsur terkecil dari aparkum sehingga tindak pidana pemalsuan uang Rupiah dapat terus diminimalisir.

Sementara Itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan, sosialisasi cara pengenalan uang rupiah sudah lama dilakukan oleh tim BI Lampung hingga ke pelosok daerah.

Selain itu, pengenalan uang rupiah juga dilakukan melalui pelajar, mulai dari Paud hingga perguruan tinggi, dengan cara melakukan kunjungan kesekolah, dan pihak BI juga mempersilahkan bagi sekolah yang ingin berkunjung ke kantor  Bank Indonesia.

Baca Juga:  Indeks Demokrasi di Provinsi Lampung Meningkat

“Banyak sekolah yang berkunjung ke Kantor Bank Indonesia, dari yang Paud Hingga Perguruan Tinggi. Didalam kunjungannya tersebut, pihak BI sekaligus melakukan sosialisasi pengenalan ciri-ciri uang rupiah asli” kata dia.

Sementara itu, perwakilan dari Polda Lampung, AKBP Heri Setiawan mengatakan, dalam pencegahan peredaran uang palsu, pihak kepolisian akan meminta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), untuk ikut membantu mensosialisasikan pengenalan ciri-ciri keaslian uang rupiah ke masyarakat.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top