Pendidikan

Bersama Mahendra Utama, BEM IIB Darmajaya Bahas Peran Mahasiswa di Era Milenial

Dialog bersama/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Dalam rangka memperingati hari Pahlawan pada 10 November 2018, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, akan menggelar dialog bersama tentang perspektif mahasiswa dalam menyongsong Hari Pahlawan, di Aula Rektor IIB Darmajaya, pada Jumat (16/11) mendatang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh aktivis mahasiswa sekaligus ketua LMND Lampung Ricky Setiawan, aktivis 98 Mahendra Utama, dan tim ahli bidang kajian Wakil Ketua MPR RI Aliza Gunado, dengan tema peran mahasiswa di era millenial.

Wakil presiden BEM IIB Darmajaya, Riski Oktara Putra, menyampaikan, bahwa kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

Ia menceritakan, alasannya mengangkat tema peran mahasiswa di era millenial agar para mahasiswa dengan situasi saat ini bisa mewarisi semangat juang para pahlawan terdahulu dalam mencapai kemerdekaan.

Baca Juga:  Sabtu, Warga Milenial Lampung Gelar Diskusi Bersama Mahendra Utama

Oleh karena itu, ia menilai bahwa sudah saatnya mahasiswa saat ini menjadi pahlawan untuk daerahnya masing-masing, baik secara sosial, politik, ekonomi dalam mengontrol kebijakan pemerintah.

“Jadi kita berharap ketiga narasumber ini bisa menceritakan sedikit kisah perjuangannya. Misalnya mungkin bang Mahendra Utama, sebagai salah satu pelaku sejarah tahun 1998, bisa menceritakan puncak dari semangat mahasiswa pro demokrasi saat itu,” jelasnya, Rabu (14/11).

Sementara itu, Aktivis 1998, Mahendra Utama, mengapresiasi BEM IIB Darmajaya, yang menggelar dialog bersama tentang perspektif mahasiswa dalam menyongsong hari pahlawan dan peran mahasiswa di era millenial.

Dengan adanya kegiatan ini, ia menilai IIB Darmajaya masih memiliki semangat kebangsaan.

Baca Juga:  Pembangunan Observatorium Lampung Bakal Lebih Canggih dari Bandung

“Tetapi kita harus apresiasi kampus lainnya yang banyak menghasilkan terobosan-terobosan. Misalnya saja Kampus Teknokrat yang fokus di bidang kemajuan teknologi,” ujarnya.

Selain itu, dalam dialog itu nanti, Mahe sapaan akrab Mahendra Utama, mengaku akan berbagi cerita tentang perjuangannya bersama kawan-kawan aktifis dalam melahirkan reformasi.

“Saya berharap, para mahasiswa saat ini bisa mewarisi semangat juang kawan-kawan aktivis 1998. Jika kemarin kita berjuang untuk melahirkan reformasi, peran mahasiswa saat ini sebagai sosial kontrol,” ungkapnya.

“Mahasiswa memiliki peran sebagai pengontrol kehidupan sosial dalam masyarakat. Dalam hal ini mahasiswa dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Misalnya menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah. Mahasiswa juga memiliki hak untuk mengkritisi pemeritahan dari segi kebijakan yang telah pemerintah buat apakah sudah menyejaterahkan masyarakat atau malah menyengsarakan,” timpalnya lagi.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top