Iklan
Daerah

BERLINE dan Masyarakat Bangun Pasar Simbar Pontong Pakis Magelang

Pasar Simbar Pontong Pakis Magelang/MAS

MAGELANG – Pasar Simbar Pontong, di Dusun Bangsal, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Magelang, jadi salah satu destinasi wisata baru yang ada di Kabupaten Magelang.

Pasar yang berada di tengah perkebunan sayur dan juga hutan pinus menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berada di Magelang.

Pada hari Jumat (19/7) lalu, pasar ini resmi dibuka oleh masyarakat.

Pristiawan (40), Lurah Pasar Simbar Pontong, menyampaikan bahwa, pasar dibangun dengan biaya dan  tenaga secara swasembada masyarakat serta kerjasama dengan komunitas BERLINE (Bersama Lindungi Ekosistem).

Pristiawan yang juga sebagai ketua BERLIN, menceritakan, Komunitas BERLINE, yang berdiri sejak tahun 2011, memiliki agenda tahunan yang dimiliki, yaitu Forest Art Camp sudah berjalan selama 4 tahun.

Di tahun 2016, membuat kegiatan di Merbabu, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Semarang.

Baca Juga:  Seniman Nasional hingga Internasional Melukis Bersama di Goa Seplawan dan Hutan Pinus Kalilo

Kedua di Telomoyo, Desa Selo Projo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Ke-tiga di Lembah Jaimin Merapi, Desa Keningar, Kecamatan Dukun Magelang.

Dan yang ke-empat bersamaan dengan peresmian Pasar Simbar Pontong di Dusun Bangsal Desa Ketundan.

“BERLINE ialah komunitas yang berkonsentrasi pada isu sosial lingkungan hidup dan kemanusiaan. Kami ingin menjadi bagian dari perubahan dunia, dimana orang menjadi manusia adalah hal yang aman dan nyaman hidup harmonis sinergi dengan alam semesta,” kata Pristiawan.

Komunitas ini juga merupakan kumpulan dari berbagai jejaring komunitas peduli lingkungan hidup dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Seperti Kudus, Pati, Blora, Purwodadi,  Semarang, Magelang, Solo dan masih banyak lagi.

Adapun orang-orang didalamnya diisi oleh berbagai disiplin ilmu, seperti profesi seniman, mahasiswa pengusaha dan semuanya berbanding seimbang.

Baca Juga:  Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

Bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan seperti agenda tahunan yang telah berlangsung, kampanye keliling sosialisasi soal isu sosial, workshop daur ulang sampah yang semua kegiatan di bungkus dengan seni.

“Konsep program forest art camp  sendiri sesuai dengan dinamika persoalan tempat daerah disinggahi. Misalnya di forest art camp pertama kita mengusung tema konservasi mata air, tahun kedua tema diusung lebih di tanaman konservasi yang harus di budidayakan tanaman langka dan endemik,” ungkapnya.

“Isu lingkungan terbesar hingga persoalan kebiasaan masyarakat, menjadi aspek penting dalam pola pikir masyarakat. Dimana orang yang kaya tidak pernah berhenti menumpuk harta, dan orang yang miskin tidak berhenti berhayal untuk memiliki harta yang banyak. Dan itu menjadi pusaran yang tidak berujung dan berdampak disetiap aspek kehidupan masyarakat itu sendiri,” tegas Pristiawan.

Baca Juga:  Mobil Minibus Tabrak Dua Bentor dan Motor     

Semantara itu, Muhammad Mansyur (26) warga setempat, yang juga ketua panitia pasar, menyampaikan, pembangunan pasar ini dimulai kurang lebih selama 6 bulan.

Filosofi nama Simbar Pontong sendiri ialah, potong adalah nama lingkungan, simbar tumbuhan yang menempel di pohon pinus di sekitar pasar.

“Yang dijual disini makanan-makanan tradisional yang didukung dengan suasana alam yang syahdu,” katanya.(MAS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top