Modus

Berkaitan dengan Kasus Zainudin Hasan, Rekomendasi PDI-P ke Nanang Ermanto Tak Lazim  

PDI-P menjatuhkan pilihannya kepada Nanang Ermanto dan Pandu Kesuma Dewangsa/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Koordinator Umum Pusat Pergerakan Rakyat Lampung (PPRL) Yohanes Joko Purwanto, menilai rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ke Nanang Ermanto dan Pandu Kesuma untuk Pilkada Lampung Selatan, tidak lazim.

Ketidaklaziman itu berangkat dari kehadiran Ketua DPD PDI-P Lampung Sudin pada peristiwa tersebut.

Sudin adalah sosok yang memberikan surat rekomendasi kepada Nanang Ermanto, Bupati Lampung Selatan.

Disaksikan oleh Ketua Tim Pemenangan dari Nanang dan Pandu, Hendri Rosyadi. Turut hadir juga Mingrum Gumay selaku Sekretaris DPD PDI-P Lampung.

“Komposisi orang-orang itu yang memantik ketidaklaziman itu,” ujar Joko, Jumat (24/7).

“Kok rekomendasinya tidak diberikan oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri? Ada yang berbeda pada peristiwa ini, dan menarik untuk ditelisik,” timpalnya lagi.

Baca Juga:  Kain Kasa Tertinggal di Dalam Rahim, Rumah Sakit Asy Syfa Dipolisikan

Joko menduga-duga, ketidaklaziman hasil penilaiannya itu berkorelasi dengan pengusutan perkara korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.

Sebab, ujar Joko, terlihat sepintas ada benang merah antara proses terperiksanya Nanang Ermanto di Kantor Brimob Polda Lampung pekan lalu.

“Publik tentu akan bertanya-tanya, apakah ini lantaran ada kaitannya dengan kasus di KPK yang tengah diperdalam? Pasalnya, nyaris 30 orang lebih kembali diperiksa. Fakta lainnya, sudah ada tersangka baru dalam kasus yang menjebeloskan mantan partner Nanang yakni Zainudin Hasan,” sebut Joko.

Joko menduga, rekomendasi dari Partai PDI-P ini dimungkin akan berubah ke depannya.

Diperiksanya Nanang Ermanto, tentu membuat sang bupati itu akan dihadirkan sebagai saksi di persidangan bila kasus dugaan suap proyek tersebut bergulir ke proses penuntutan.

Baca Juga:  Dikabarkan Korupsi Dana Desa, Kades Pedataran Siap Diperiksa

“Yang tentunya bila dijadikan saksi di persidangan, maka dengan sendirinya waktu Nanang akan tersita. Karena memang sangat dimungkinkan Nanang akan dipanggil ke persidangan. Paling tidak ada potensi begitu, karena ada paket proyek yang diduga mengalir ke beliau,” ujar Joko.

Joko berharap, PDI-P lebih memperhatikan proses pemeriksaan kepada Nanang oleh KPK yang memiliki konsekuensi logis dengan ketidakharuman nama partai.

Nanang dan PDI-P itu ibarat chicken and egg, yang tidak bisa dipisahkan.

“Bila kita berbicara tentang Nanang, maka tentu latar belakang partai PDI-P akan mengikuti dia. Publik berharap, PDI-P mampu memilah. Supaya integritas dan soliditas serta nama partai tetap terjaga,” harapnya.

Sebelumnya, PDI-P menjatuhkan pilihannya kepada Nanang Ermanto dan Pandu Kesuma Dewangsa pada Jumat (24/7), sebagai pasangan yang akan diusung pada Pilkada 2020 di Kabupaten Lampung Selatan.(FS/RDO)

Baca Juga:  Bupati Nanang Ermanto Kejutkan SDN 1 Pasuruan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top