Panggung

Berbahagialah Anjang & Ayunda Mutiara

PERJALANAN menuju Kota Hujan delapan tahun silam cukup berbeda, walau sama membawa mimpi, namun lidahku kelu untuk bilang bahwa aku tak dapat membersamai,
Tepat sebelum waktu engkau mengikrarkan janji dengan wanita pilihan mu,
Dua anak manusia yang sepakat untuk bersama mengarungi kehidupan dunia,
Juga berharap tentang asmara yang kekal abadi di akhirat kelak..

Anjang, separuh agamamu sudah kau tunaikan,
Berbahagialah njang,
Tersenyumlah,
Sebab kau sudah mendapatkan apa yang kau perjuangkan selama ini yaitu harta, tahta dan mutiara..

Anjang, hanya permohonan maaf yang bisa adinda haturkan, di hari bahagia mu, aku sedang berusaha mengejar mimpi njang, mimpi yang ntah kapan jadi kenyataan, mimpi yang mungkin tidak jadi kenyataan..

Baca Juga:  Resmi Jabat Rektor Unila, Mahasiswa Kawal Janji Karomani

Anjang mungkin doa yang ku panjatkan semoga bahtera rumah tangga anjang selalu dalam lindungan Allah, tak terasa njang, separuh hidup mu juga berjalan secara cepat, waktu sangat berjalan cepat njang,

Bersiaplah njang, rajin-rajinlah kita mengingat kematian, nasehatilah kami jika sudah terlalu keterlaluan..

Dari kaki Gunung Salak, bersama segelas kopi pahit, kopi yang tak sama di raden gunawan, namun tetap ku nikmati njang, tetap ku hirup walau pahit,

anjang dan ayunda mutiara, bersiaplah, njang berbahagialah.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top