Peristiwa

Bentrok di Lampung Tengah, Kapolda Lampung : Jangan Diangkat Ribut-ribut

Kapolda Lampung Irjenpol Purwadi Arianto/TS

BANDAR LAMPUNG – Kapolda Lampung Irjenpol Purwadi Arianto, meminta media massa untuk tidak membesar-besarkan kejadian bentrok antar warga, di Bumi Nuban Lampung Tengah (Lamteng), pada Jumat malam (15/3).

“Jangan diangkat ribut-ribut, dikecilin saja, setuju?,” singkat Purwadi, kepada awak media, usai meninggalkan Gedung Pasca Sarjana UBL, Jumat (15/3).

Seperti diketahui, bentrok antar warga  di Lampung Tengah, tepatnya di Kecamatan Bumi Ratu Nuban, tak terelakan saat kedua kubu meminta ganti rugi.

Kubu Alwi meminta pengembalian nyawa, sementara kubu pelaku pembunuhan meminta pengembalian rumah yang sudah hangus terbakar beberapa bulan lalu.

Baca Juga:  Kawanan Gajah Liar Rusak Bangunan Warga Dan Sekolah di Register 39

Hal tersebut dikarenakan buntut panjang dari kematian seorang pemuda yang bernama Alwi dan sempat terjadinya pembakaran rumah terhadap pelaku pembunuhan tersebut yakni Yusuf Sukarji (61) dan Gidion Dwi Kurniawan (30).

Status Yusuf dan Gidion saat ini merupakan narapidana dengan putusan majelis hakim yakni untuk Yusuf dengan hukuman pidana penjara selama 7 tahun sementara untuk Gidion selama 3 tahun kurungan penjara.

“Ya kita ini minta hak kita, itukan si Yusuf dan Gidion anak dan bapak, mereka mempertahankan hak nya bela diri, kok malah dihukum berat gitu. Terus yang bakar rumah belum ditangkap sama polisi,” ucap lelaki yang mengenakan baju kaos warna merah, serta mengenakan topi warna hitam dan membawa parang.

Baca Juga:  IKA FISIP Unila Salurkan Bantuan Korban Banjir di Kampung Gorasjaya

Sementara berdasarkan pantauan dilokasi tampak kedua kubu saling serang dengan melempar batu. Bahkan terdapat dua unit rumah yang sudah terbakar.

“Sepuluh ribu lebih massanya,” kata sumber kepolisian yang bertugas melakukan pengamanan dilokasi yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan tampak ratusan personel kepolisian melakukan pengamanan baik petugas polisi berseragam lengkap dan pakaian preman.

Akibat peristiwa tersebut jalan Lintas Sumatera saat ini tepatnya di titik Desa Bumi Ratu Nuban tidak dapat dilalui, sejumlah petugas Polantas Polres Lampung Tengah melakukan pemblokiran.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top