Modus

Begini Kronologis Penganiayaan Istri Siri oleh Oknum Pejabat BI Lampung yang Dipolisikan

Kekerasan Dalam Rumah Tangga/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – AD (46 Tahun) seorang oknum pejabat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung, dilaporkan oleh istri sirihnya berinisial MN (30 Tahun) ke Polresta Bandar Lampung.

MN yang tercatat sebagai warga Aceh ini, melaporkan sang suami lantaran telah melakukan tindakan penganiayaan yang menyebabkan sejumlah luka lebam dibagian lengan hingga kepalanya.

Anthony Ferdiansyah, selaku kuasa hukum pelapor, menceritakan kronologis peristiwa yang dialami kliennya.

Berawal dari pernikahan AD dan MB pada Kamis 20 Februari 2020 lalu.

Saat itu AD yang bertugas disana (Aceh) menikahi kliennya secara sirih.

“Singkat cerita, pada bulan Maret 2020, AD dipindah tugaskan ke Lampung. Dalam perjalanannya, AD membawa kliennya untuk tinggal di Lampung dan disewakan sebuah rumah yang berdekatan dengan istri sahnya di Perumahan Puri Kencana,” kata Anthony, Rabu (25/11).

Baca Juga:  Wanita Ini Coba Selundupkan Sabu Sabu di Celana Dalamnya

Kemudian, pada tanggal 26 September 2020, hubungan keduanya diketahui oleh istri pertama AD serta anak-anaknya.

“Pada saat itu, terjadi cekcok mulut dari kedua belah pihak, akhirnya kliennya dianiaya secara bersama sama oleh istri dan anak-anak AD, beruntung pada saat kejadian tetangga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut dapat melerai,” ujarnya.

Selepas peristiwa tersebut, kliennya yang mengalami luka lebam dibeberapa bagian tubuhnya serta trauma psikologis diminta untuk pulang ke Aceh oleh terlapor.

“Si oknum pejabat ini meminta MN untuk pulang ke Aceh dan dijanjikan akan dipenuhi segala kebutuhan hidupnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Anthony, pada 10 November 2020 akhirnya kliennya kembali ke Lampung dengan tujuan menemui AD di kantornya untuk menagih janjinya sebagai seorang suami.

Baca Juga:  Polres Tubaba Ungkap 10 Kasus

“AD yang telah mengetahui kedatangan MN kemudian menghadangnya agar tidak masuk ke kantor dan terjadi lah cekcok mulut,” jelasnya.

Untuk menghindari keributan di wilayah kantornya, AD kemudian membawa kembali kliennya ke rumah kontrakan tempat terjadinya penganiyaan yang dilakukan oleh istri pertama AD serta anak-anaknya.

“Dirumah itu, AD yang hilang kesabaran akhirnya melakukan penganiayaan terhadap kliennya hingga mengalami luka lebam kembali disekujur tubuhnya,” kata Anthony.

Dilanjutkan Anthony, kliennya yang bingung lantaran sendiri di Lampung akhirnya datang ke kantornya untuk meminta pendampingan hukum.

“Pada tanggal 11 November 2020, saya bersama korban melaporkan tindakan oknum pejabat BI Lampung itu ke Polresta Bandar Lampung, bersama bukti kekerasan dan surat sah pernikahannya. Selain itu, keluarga AD juga telah kami laporkan ke Polda Lampung atas kasus pengeroyokan yang dilakukan pada bulan September 2020 lalu,” jelasnya.(TOM)

Baca Juga:  Yusuf Kohar Tak Langgar Aturan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top