Modus

Bayar Hutang Pakai Uang Palsu, Pemuda Asal Pesawaran Diancam Kurungan 10 Tahun

Putusan persidangan/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – terlilit hutang dengan tetangganya hingga Rp11 juta, seorang pemuda 36 tahun, warga Pesawaran, menjadi terdakwa dan disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

Ia didakwa oleh jaksa telah melanggar pasal yang mengatur tentang mata uang.

Terdakwa Hendi Setio, terbukti telah memalsukan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu, untuk dijadikannya sebagai pelunas hutang terhadap Asri tetangganya sendiri, lantaran telah habis akal untuk memenuhi janji melunasi hutang yang telah jatuh tempo.

Oleh jaksa, pengusaha isi ulang pulsa ini di jerat dengan pasal 36 ayat 1, junto pasal 26 ayat 1, UU No 7 Tahun 2011, yang mengatur tentang mata uang, dengan ancaman pidana penjara maksimal selama 10 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp10 miliar, dengan subsidair denda yaitu penjara selama 6 bulan.

Baca Juga:  Tergiur Uang Rp 1 Juta, Buruh asal Balam Dituntut Penjara 9 Tahun

Dalam sidang yang beragendakan dakwaan sekaligus keterangan saksi kali ini, korban Asri turut dihadirkan untuk memberikan keterangannya di hadapan majelis hakim, dengan didampingi istri serta seorang penyidik dari pihak Kepolisian Pesawaran.

Dalam kesaksiannya, korban membenarkan bahwa terdakwa memiliki hutang terhadapnya, yang harus segera dibayarkan karena telah jatuh tempo.

Setelah terdakwa menyerahkan sejumlah uang kepada korban yang diserahkan melalui isterinya, korban pun mendapati bahwa uang yang diterimanya adalah uang palsu, sehingga korban pun segera melaporkan terdakwa ke pihak yang berwajib.

Sementara sidang lanjutan dari perkara ini akan kembali digelar pada pekan depan, dengan agenda sidang yaitu mendengarkan keterangan terdakwa.(TIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top