Politik

Bawaslu RI Sebut Pilgub Lampung Jadi Atensi Pusat

Ist

BANDAR LAMPUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RepubIik Indonesia (RI), memberikan atensi kepada pihak jajararan dibawahnya, mengingat Provinsi Lampung menjadi salah satu perhatian pusat. Mengingat, masifnya politik gula yang beredar pada pilgub lalu.

“Antisipasi gula tidak terjadi lagi, kita harus bisa antisiapsi. Kita juga berharap ini harus diserap. Jangan lagi bertanya di group whatsapp,” kata Komisioner Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi, Mochammad Afifuddin, pada acara rapat koordinasi nasional (Rakornas) pengawasan tahapan pemelihan gubenur-wakil gubenur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota tahun dan pemilihan umum DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota serta pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2019 di Hotel Sheraton, (28/3).

Ia berharap, sebagai pihak yang terlibat dalam pemilu harus memberikan kepercayaan yang tinggi dan harus old track. “Jadi kalau nanti ada masalah itu nomor sekian. Karena yang penting kita harus profesional,” katanya.

Baca Juga:  Ini Jadwal Kampanye Pasangan Calon Pilgub Lampung 2018

Selain itu, ia juga meminta jajaran harus semangat. Hal ini karena Bawaslu pada 10 April akan berumur 10 tahun. “Jadi ini  penting karena Bawaslu RI sudah menompang kerja-kerja kita,  sudah 10 tahun, ini jadikan penyamangat kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Penyelengaraan Pemilu (RI) M.Hardjono, menyatakan, bahwa pemilu yang mahal, mahal harganya, tentu merupahkan komitmen negara ini berkedaualtan rakyat sehingga  pemilu dilakukan.

Meski demikian, Harjono menyatakan, bahwa pemilu dilakukan bukan hanya dilakukan sebatas memilih atau mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS), tapi pelaksaan harus jujur dan adil.

Dalam melaksanakan pemilu, kata Harjono ada pihak yang terlibat, KPU, Bawaslu dan DKPP.

“KPU regulasi, Bawaslu pengawasan, nah DKPP, ini tugasnya hanya menegakan janji penyelenggara pemilu. Karena penyelenggara pemilu akan menegakan jujur dan adil tidak akan memihak, serta menjaga intergritas. Apalagi, jika tidak ada KPU dan Bawaslu pasti tak ada presiden dan kepala daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Caleg Pasang APK di Angkutan Umum Bakal Diusut

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, mengatakan, bahwa sebelum rapat koordinasi nasional (Rakornas) dilakukan, pihaknya sudah melakukan bersih-bersih alat peraga kampanye (APK) di Provinsi Lampung yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setelah melakukan pertemuan dengan Liasion Officer (LO) pasangan Calon Gubenur Lampung-Wakil Gubenur.

“Jadi sebelum kawan-kawan liat kami sudah tertibkan APK Liar. Nanti teman-teman (Bawaslu se-Indonesia) banyak liat APK liar disepanjang jalan, akhirnya bang Iskardo (Komisioner Bawaslu Lampung) yang dibully, jadi sebelum itu terjadi kita sudah teribkan setelah melakukan kordinasi dengan LO dan menyurati pemerintah daerah,” kata Fatikhatul.

Dalam acara tersebut hadir Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fandi Utomo, Ketua DKPP RI M.Hardjono, Ketua Bawaslu RI sekaligus Divisi SDM dan Organisasi Abhan, Komisioner Bawaslu RI Divisi Hukum Fritz Edward Siregar, Kominisioner Bawaslu RI Divisi Penindakan Ratna Dewi Pettalolo, Komisioner Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Mochammad Afifuddin, Komisioner Bawaslu RI Divisi Penyelesaian Sengketa Rahmat Bagja dan Komisioner Bawaslu se Indonesia.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top