Politik

Bawaslu Lampung  Terus Telusuri Kasus Pelanggaran Herman HN

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Herman HN-Sutono/Net

BANDAR LAMPUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung memaparkan sejumlah kasus di pilkada, petang tadi, di Hotel Bukit Randu. Salah satunya membahas dugaan pelanggaran atas kasus Herman HN yang mengumpulkan lurah di rumahnya di kawasan Korpri.

Ketua Bawaslu Lampung Fatkhatul Khoiriyah menjelaskan, hingga kini pihaknya masih menelusuri kasus dugaan tersebut.

“Kasusnya masih kami telusuri,” katanya dalam silaturahmi bertajuk Pemantapan Iklim Pengawasan Pilkada Serentak pada 2018 dan 2019, di Hotel Bukit Randu, Selasa (23/5).

Dia juga menjelaskan pihaknya juga akan mememanggil sejumlah lurah yang untuk diminta klarifikasinya dalam kasus tersebut.

“Kami tahu dari laporan masyarakat, jadi kasusnya masih kami telusuri,” katanya.

Baca Juga:  Pilgub Lampung, PDI-Perjuangan Masuk Perangkap PT SGC

Selain itu, Bawaslu juga memaparkan sejumlah kasus yang masih dalam proses penyelidikan. Di antaranya kasus Hanan A Rozak yang mengumpulkan kepala kampung. Kemudian, kasus pengumpulan sejumlah kepala kampung di Balong Kuring Pringsewu.

“Terakhir kasus pencopotan oleh seorang yang diperintahkan oleh kepala desa,” katanya

Menurutnya, kasus pencopotan alat peraga kampanye oleh warga di Tanggamus atas operintah lurah sudah masuk ke persidangan.

“Saya tadi siang,berkunjung ke sidangnya,” tukas Khoir.

Dia menilai, kasihan melihat kepala desa yang terpidana dalam kasus tersebut. “Sedangkan calon yang dibelanya belum tentu membela,” tegas dia.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga meminta seluruh jajaran stakeholder di Bumi Ruwa Jurai harus turut memiliki komitmen dan semangat untuk menjaga kondusifitas, keamanan dalam pengawasan pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pada 27 Juni 2018 mendatang.

Baca Juga:  Resmi di PAW, Riza Mihardi Ingin Koordinasi Bersama Eksekutif Lebih Terbangun

Sementara itu, Komandan Korem ( Danrem) 043/Garuda Hitam Kolonel Kavaleri Erwin Djatmiko, mengatakan pihaknya sebagai petugas bantuan satuan pengamanan khususnya saat kampanye siap menjaga kondusifitas pilkada.

Ia juga menjamin sampai saat ini tahapan pilkada aman dan tidak ada kendala. Kuncinya sinergiritas dari semua stackholder yang ada.

“Sinergiritas terus dijaga, pilkada ini juga akan berpengaruh terhadap persiapan pileg dan pilpres. Satuan kami memiliki keyakinan bahwa pelaksanaan demokrasi ini akan berjalan aman,” katanya.

Ditempat yang sama, Wakapolda Lampung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol, mengatakan bahwa jajarannya terus melakukan kerja-kerja untuk pengamanan dan ketertiban disetiap tahapan pilkada.

“Semua laporan yang masuk kita usut. Segala indikasi-indikasi pelanggaran kita sinergikan,” tegas Wakapolda.

Baca Juga:  Politik Uang Arinal-Nunik, Dilaporkan Dua Tim Paslon Cagub Lampung

Hal serupa juga disampaikan oleh, Kajati Lampung, Susilo Yustinus, yang mengatakan waktu penanganan pidana dipihaknya sangat singkat dengan masa penyidikan 3 hari.

Maka dari itu pihaknya berharap kepada laporan yang masuk harus memiliki saksi dan barang bukti yang kuat. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi-informasi yang ada.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top