Politik

Bawaslu Lampung Temukan Kesalahan Coklit

Ist

BANDARLAMPUNG,- Jelang Pemelihan Gubenur 27 Juni 2018, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih menemukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) se- Provinsi Lampung bermasalah dalam melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit).

“Hari ke 4 pencoklitan masih banyak ditemukan coklit yang bermasalah,” kata Angggota Bawaslu Lampung Ade Asy’ari, Kamis (25/1).

Ade mengatakan laporan permasalahan ini tersebut diterima dari Panwaslu kabupaten/kota setempat. Seperti di Kota Metro, Bandar Lampung, Pringsewu, Tulangbawang dan Tulangbawang Barat.

“Berdasarkan laporan dan temuan panwas di kabupaten Pringsewu, misalnya ada PPDP di salah satu Desa Waluyo Jati, Kecamatan Pringsewu yg sampai saat ini belu melakukan coklit dari rumah ke rumah,” katanya.

Kendati demikian, telah di tindak lanjutinya oleh panitia pengawas kecamatan (panwascam) setempat. Lalu di Desa Gumuk Mas, Kecamatan Pagelaran. “PPDP mencoklit tidak menanyakan E-KTP Edan KK,” sesal dia

Baca Juga:  Ketum PKS Lampung Minta Fraksi PKS Kabupaten/Kota Buka Hari Aspirasi

Begitupun di Kota Metro, Kelurahan Metro Pusat, ada PPDP yang kerjanya di atas meja. “Ini sangat disayangkan bahkan Formulir AA2 kwk nya di tempel begitu saja,” imbuh dia.

Sedangkan di Tulangbawang, Kecamatan Meraksa Aji ada PPDP yang melakukan tugasnya tidak sesuai dengan SK. Kendati demikian telah di tindak lanjuti oleh Pannwascam setempat.

“Di Tulangbawang Barat, ada di temui PPDP yang telah tua, dan coklit di wakili oleh anak nya. Itu pun hanya malam hari karena anak nya siang bekerja,” imbuh dia.

Lanjut dia, Lampung Selatan, ada PPDP yang tidak menandatangani formulir AA2 kwk. Terakhir pada Bandar Lampung, Kecamatan Telukbetung Barat dan Way Halim, PPDP tidak mencoret pemilih yang berubah status.

Baca Juga:  KPU Lampung Didesak Tindak Rakata Institute

“Disini PPDP juga hanya bekerja sesempat nya saja dan meminta KK dari Ketua RT nya,” imbuhnya.

Dengan banyaknya masalah coklit, Bawaslu Propinsi meminta kepada KPU Propinsi agar lebih memaksimalkan kinerja PPDP nya. “Mengingat anggaran yang di gelontorkan khusus untuk PPDP ini mencapai milyaran rupiah. Jangan sampai anggaran ini terbuang sia-sia dengan tetap menghasilkan DPT yang bermasalah dan tidak valid,” pungkasnya. (DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top