Iklan
Politik

Bawaslu Lampung “Rangkul” Media Perihal Iklan Kampanye

Rapat Kerja Teknis Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu 2019 bersama sejumlah pimpinan media massa baik cetak, elektronik, maupun daring, di Hotel Sheraton/AR/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung seolah mengkebiri media dengan membatasi pendapatannya saat pemilu 2019. Karena parpol baru bisa memasang iklan kampanye di media selama 21 hari.

Hal ini berdasarkan PKPU Nomor 28 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum.

Komisioner Bawaslu Lampung divisi pengawasan Bawaslu Lampung, Iscardo P Panggar, menyampaikan bahwa media memiliki waktu 21 hari untuk memasang iklan kampanye ke peserta pemilu.

“Kalau iklan ini ya harus secara komulatif, ada foto peserta partai dan nomor urutnya,” kata Iskardo, Senin (1/10).

Baca Juga:  Demokrasi Jangan Murahan, Mencampur Cukong dan Kacung Politik

Meski adanya perbedaan pendapat terkait pemasangan iklan antara KPU dan Bawaslu, ia menyampaikan bahwa tidak akan berdampak ke media.

“Kalau larangan kita juga ada domain untuk mengatur secara teknis. Karena kalau melihat citra diri dalam PKPU itu tidak secara teknis diatur apakah komulatif atau alternatif. Makanya bawaslu menterjemahkan menjadi komulatif,” ucapnya.

Namun, untuk pemberitaannya, media tidak boleh secara komulatif dalam memberitakan dan menampilkan gambar caleg maupun capres nantinya.

Sementara hal tersebut berlaku juga saat menampilkan foto dan memberitakan calon DPD RI, apakah melalui gambar atau nomor urut saja.

“Kalau memberitakan atau memasang foto itu boleh, asalkan tidak secara komulatif seperti hanya menampilkan logo partai atau nomor urutnya saja,” ujarnya.

Baca Juga:  Menangkan Jokowi-Ma'ruf, Bravo-5 Lampung Siap Sukseskan Rakernas Ancol

Untuk caleg petahana, ia meminta agar tidak memanfaatkan reses sebagai ajang kampanye dengan menampilkan atribut pencalonannya seperti logo parpol dan mengajak masyarakat untuk memilihnya.

“Kalau reses tidak ada konten itu ya tidak ada persoalan. Karena setiap ada keramaian pasti ada pengawas kita. Kemarin saja ada pengajian, disana ada pengawas kita disana, siapa tahu ada unsur kampanye. Karena yang mengadakan salah satu caleg,” ucapnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top