Politik

Bawaslu Lampung Mentahkan 3 Laporan Politik Uang

Panwaskab Pesawaran terima laporan warga dan barang bukti berupa amplop dengan isi uang senilai nRp50 ribu/WA

BANDAR LAMPUNG – Disaat masyarakat Lampung sedang perang terhadap money politik (politik uang) yang disebar jelang pencoblosan Pilgub Lampung. Tiga laporan dugaan politik uang di Lampung Tengah, malah batal dinaikan ketahap penyidikan oleh Panwaslu. Alasannya unsur dugaan Money Politic yang dilaporkan belum terpenuhi.

“Dari tiga laporan  dugaan Money Politic yang masuk ke Panwas Lampungtengah, sudah diputuskan semuanya tidak naik ke tahap penyidikan. Sebab unsurnya dugaan Money Politic belum terpenuhi,” kata ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriah, Senin (2/7).

Khoir menjelaskan, unsur yang belum terpenuhi dalam laporan dugaan politik uang ini seperti saksi yang diajukan pelapor tidak mengetahui secara langsung pembagian uang itu.

Baca Juga:  Ketua Pansus Politik Uang Pertanyakan Profesionalitas Bawaslu

“Semua persoalannya hampir-hampir mirip. Seperti laporan dugaan politik uang yang terjadi di Bangun Rejo Lampung Tengah. Si penerima ibu Nuryanti tidak bisa dimintai keterangan ketika petugas kami melakukan klarifikasi,” jelas aktivis PMII ini.

Politik uang yang tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan juga tidak hanya di Lampung Tengah. Dari 17 laporan politik uanh yang terjadi di delapan kabupaten kota, Panwas Kabupaten Pesawaran juga tidak melanjutkan ke tahap penyidikan. Dengan alasan, unsurnya masih lemah.

“Kalau yang di Pesawaran unsur mempengaruhi untuk memilih paslon nomor 3 masih lemah dan  tidak bisa dibuktikan, karena keterangan yang diberikan oleh pelapor dan saksi tidak ada kesesuaian. Sehingga panwas setempat mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan ke tahap penyidikan,” ujar dia.

Baca Juga:  Lampung Tengah Torehkan Hasil Pelanggaran Pilgub Terbanyak

Diketahui, Minggu (24/6) Ibu Nuryati warga Desa Sinar Seputih, Kecamatan Bangun Rejo, Lampung Tengah melaporkan terkait dugaan politik uang yang diduga dilakukan tim pemenangan Arinal – Nunik ke Panwas setempat.

Dalam surat laporan tersebut tertulis, pada Sabtu (23/6) sekitar pukul 20.00 WIB waktu setempat Ibu Nuryati yang sedang duduk di ruang tamu kediamannya didatangi seseorang wanita, kemudian wanita itu memberikan uang Rp50.000 dan meminta kepada Ibu Nuryati untuk mencoblos paslon nomor urut 3 Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim.

Dan keesokan harinya, Ibu Nuryati langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya semalam ke Panwas Lampung Tengah dengan melampirkan barang bukti uang Rp50.000 serta tiga orang sebagai saksi.(LS)

Baca Juga:  Nanang Ermanto Optimis Didukung PDIP Lamsel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top